Mengenal Sakit Pengapuran Tulang Belakang yang Diderita Nikita Mirzani

Suara Joglo | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2022 | 15:45 WIB
Mengenal Sakit Pengapuran Tulang Belakang yang Diderita Nikita Mirzani
Nikita Mirzani saat menghadiri persidangan menggunakan penyangga leher (Suara.com)

Suara Joglo - Baru-baru ini artis Nikita Mirzani memakai penyangga leher saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang dalam kasus pencemaran nama baik.

Berulang kali Niki--sapaan gaulnya--itu mengeluhkan sakitnya yang kian kronis. Ia mengalami sakit pada leher akibat penyakit pengapuran tulang belakang yang dideritanya belum lama ini.

Keluhan itu disampaikannya kepada hakim dan meminta agar penahanannya ditangguhkan sebab Ia merasa butuh perawatan kesehatan. Di sisi lain, Ia juga mengeluhkan matran penjara yang membuatnya kian sakit-sakitan.

Lalu sebenarnya apa sih penyakit pengapuran tulang belakang itu? Apa penyebab dan dampaknya bagi kesehatan seseorang seperti yang diderita Nikita Mirzani itu?

Dikutip dari alodokter.com, pengapuran tulang dapat didefinisikan sebagai terbentuknya jaringan tulang di tepi atau bagian tertentu tulang akibat deposit kalsium. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya pun dapat dilakukan secara mandiri atau melalui tindakan medis.

Pengapuran tulang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Namun, salah satu penyebab utamanya adalah osteoarthritis. Kondisi ini ditandai dengan peradangan sendi yang terjadi akibat penipisan bantalan di bagian ujung tulang.

Kemudian pengapuran tulang sering kali muncul tanpa gejala. Akan tetapi, jika kondisi ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur di sekitarnya, seperti otot dan ligamen, gejala berupa nyeri dan munculnya benjolan pun dapat terjadi.

Pengapuran juga kerap terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan Rontgen tulang. Sejauh ini penyebab pengapuran tulang belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya pengapuran tulang, di antaranya:

Faktor usia

Faktor usia memengaruhi kemungkinan seseorang terkena pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Hal ini karena kondisi sendi dan kekuatan tulang umumnya akan menurun seiring pertambahan usia.

Aktivitas sehari-hari

Padatnya aktivitas dan rutinitas sehari-hari juga memungkinkan sendi mendapat tekanan berlebih dalam jangka waktu lama. Misalnya, aktivitas mengangkat benda berat secara terus-menerus, berisiko menimbulkan cedera yang memicu terjadinya osteoarthritis penyebab pengapuran tulang.

Riwayat penyakit

Beberapa jenis penyakit, seperti diabetes dan hemokromatosis, dapat menyebabkan pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini, karena adanya beban berlebih pada sendi-sendi yang menahan berat tubuh.

Lalu bagaimana cara perawatannya? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat pengapuran tulang, di antaranya:

1. Menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan diketahui bisa memengaruhi kesehatan sendi, terutama sendi di bagian tungkai. Hal ini karena sendi di bagian tersebut harus menopang beban tubuh lebih berat.

Sendi yang mengalami tekanan berlebihan dapat memperburuk pengapuran tulang yang diderita. Oleh karena itu, Anda bisa mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan.

2. Berolahraga secara rutin

Olahraga secara rutin penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil, sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis.

Pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justru akan memperburuk masalah yang diderita. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui olahraga yang tepat sesuai kondisi Anda.

3. Menggunakan kompres hangat atau dingin

Pengapuran tulang akibat osteoarthritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankannya. Penggunaan kompres hangat bermanfaat untuk melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram dan nyeri otot.

4. Memakai obat pereda rasa sakit

Pemakaian obat pereda sakit berupa krim atau gel yang dijual bebas di apotek juga bisa dilakukan. Krim atau gel pereda rasa sakit cocok dipakai pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian pada lutut dan jari-jari.

Beberapa terapi alternatif seperti terapi lintah dipercaya dapat meredakan nyeri. Namun, karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sebaiknya Anda tidak melakukannya tanpa pengawasan dokter.

5. Menggunakan alat bantu

Alat bantu, seperti tongkat, dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang saat beraktivitas. Penggunaan alat bantu umumnya digunakan untuk kondisi kerusakan tulang dan sendi yang cukup parah. Namun, untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, konsultasikan ke dokter.

Sementara untuk penanhanan medisnya bisa dilakukan dengan beberapa cara memalui saran dan pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Cara ini tentu tidak bisa dilakukan secara mandiri, mulai dari:

Konsumsi obat-obatan

Untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul akibat pengapuran tulang, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Fisioterapi

Terapi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bergerak dan mengurangi rasa sakit. Terapi ini diketahui mampu memperkuat otot-otot di sekitar sendi yang mengalami penipisan.

Terapi okupasi

Melalui terapi okupasi, penderita dilatih agar dapat melakukan aktivitas secara mandiri tanpa bantuan orang lain, terlepas dari kondisi pengapuran tulang yang dialami. Ahli terapi akan menjelaskan tentang cara bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit berlebih akibat pengapuran tulang.

Selain ketiga hal di atas, penderita juga bisa memakai alas kaki dengan bantalan khusus yang mampu mengurangi rasa sakit pada sendi saat berdiri atau berjalan.

Apabila hal-hal di atas telah diterapkan tetapi kondisi tidak juga membaik, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur-prosedur tertentu, misalnya suntik kortikosteroid atau tindakan operasi untuk mengganti sendi yang rusak.

Pada kondisi pengapuran tulang yang sudah parah, penanganan tidak lagi dapat dilakukan hanya dengan mengubah pola hidup. Konsultasikan ke dokter mengenai pilihan-pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Posting Quote Soal Diabaikan dan "Gak Dianggap"

Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Posting Quote Soal Diabaikan dan "Gak Dianggap"

Entertainment | Kamis, 29 Desember 2022 | 15:18 WIB

Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Dituduh Hapus-hapusin Komen IG

Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Dituduh Hapus-hapusin Komen IG

Entertainment | Kamis, 29 Desember 2022 | 14:58 WIB

Nikita Mirzani Bebas, Postingan Nindy Ayunda Ramai Diserbu: Yah Kalah Lagi

Nikita Mirzani Bebas, Postingan Nindy Ayunda Ramai Diserbu: Yah Kalah Lagi

Entertainment | Kamis, 29 Desember 2022 | 14:36 WIB

Divonis Bebas, Nikita Mirzani Nangis Histeris Sampai Sujud Syukur di Ruang Sidang

Divonis Bebas, Nikita Mirzani Nangis Histeris Sampai Sujud Syukur di Ruang Sidang

Entertainment | Kamis, 29 Desember 2022 | 14:22 WIB

Terkini

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:23 WIB

"Ya Allah Tolong Hambamu", Ucapan Terakhir Ibu Fedi Nuril Sebelum Meninggal

"Ya Allah Tolong Hambamu", Ucapan Terakhir Ibu Fedi Nuril Sebelum Meninggal

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:20 WIB

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:20 WIB

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T per April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Pemerintah

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T per April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Pemerintah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:19 WIB

Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun

Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:18 WIB

Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat

Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:18 WIB

Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan

Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru

Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

Spesifikasi Outward 2: Game RPG Terbaru Bermisi Menarik, Ramah PC Kentang

Spesifikasi Outward 2: Game RPG Terbaru Bermisi Menarik, Ramah PC Kentang

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB

Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII

Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII

Bri | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:14 WIB