Petinggi GP Ansor, Jonathan Latumahina terus membuka kisah anaknya yang menjadi korban penganiayaan oleh Mario Dandy.
Hal itu ia ungkapkan di media sosial Twitter. Jonathan menceritakan secara rinci saat keluarga Mario yang merepukan pejabat Dirjen Pajak Kementerian Keuangan itu mengajak damai.
"Trigger warning, 20 februari 2023 gak akan pernah dilupakan, proses hukum masih berjalan dan kali ini gue mau bongkar kelakuan rafael mafia birokrat kemenkeu mainin hukum seolah semua hartanya bisa membungkam kelakuan anaknya yang sudah berkali kali kena masalah tapi tiba2 beres," tulis Jonathan melalui akun Twitter @seeksixsuck yang dikutip pada Rabu (3/5/2023).
Saat di rumah sakit ia mengaku ditempel orang-orang yang tidak dikenal. Bahkan orang-orang tersebut merayunya untuk berdamai.
"Saat di RS medika gue ditempel orang2 gajelas yang ngajak damai. Beberapa kali gue diamkan, bukan mereda tapi makin banyak mereka datang. Gue langsung mikir "ini pelaku pasti orang kuat, orang suruhannya sebanyak ini" ada saksi yang liat itu: Pak R (yang anter david), Sahabat @abu_abros dan Banser Jaksel," tulisnya.
Jonathan pun mengira orang-orang tidak dikenal itu adalah seoarang aparat.
"Hingga gue akhirnya teriaki mereka: "lu siapa!!! lu angkatan???" (Karena badannya tegap2) Trus gue sampaiakan: "kasitau bosmu, nama gue jonathan dan gak akan ada damai" trus gue kembali urus david," tulisnya.