Di Balik Pembicaraan Empat Mata Jokowi dan Surya Paloh di Istana Jakarta

Erick Tanjung

Selasa, 31 Januari 2023 | 13:58 WIB
Di Balik Pembicaraan Empat Mata Jokowi dan Surya Paloh di Istana Jakarta
Ilustrai Presiden Jokowi dan Ketua Umum partai Nasdem Surya Paloh. [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Baru saja selesai makan siang, tiba-tiba telepon genggam berdering. Di luar dugaan, bukan dari kolega atau rekan elite politik lainnya. Asisten pribadi memberi tahu ada telepon dari presiden.

Waktu menunjukan pukul 13.30 WIB siang pada Kamis 26 Januari 2023. Surya Paloh pun menerima telepon itu. Dari ujung telepon terdengar suara Presiden Jokowi menyapa Paloh.

"Apakah Bapak Surya ada di Jakarta atau tidak?” tanya Jokowi.

Lalu orang nomor satu di Indonesia itu mengundang Ketua Umum Partai NasDem untuk bertemu di Istana Kepresidenan Jakarta pukul 16.00 sore.

Surya lalu bersiap-siap untuk berangkat ke Istana di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Ia berangkat sendiri dengan diantar sopir, tanpa didampingi jajaran pengurus NasDem. Pertemuan khusus antara kedua tokoh nasional itu berlangsung sekitar satu jam lebih.

"Spontan saja Pak Jokowi telepon Pak Surya, jadi bukan dipanggil ya," kata Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto dalam perbincangan dengan Suara.com, Senin (30/1) kemarin.

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akhirnya berpelukan dalam acara HUT ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akhirnya berpelukan dalam acara HUT ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Hari itu komunikasi pertama Jokowi dan Surya setelah tiga bulan tidak bertemu. Komunikasi mereka buntu sejak NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan menjadi calon presiden pada 3 Oktober 2022. “Biasanya setiap bulan ketemu, tiga bulan terakhir saja ya memang tidak ketemu. Tapi tidak ada istilahnya saling ngerem, spontan saja,” ujarnya.

Mereka berbicara empat mata. Yang dibahas dalam pertemuan itu, salah satunya berbagai tantangan yang bakal dihadapi terkait pemilu 2024. Jokowi mengingatkan soal soliditas partai politik mengenai dukungan terhadap pemerintah, termasuk NasDem.

"Pembahasannya lebih kepada tentang bagaimana Indonesia tantangannya banyak masuk tahun pemilu, maka perlunya soliditas," tutur dia.

baca juga

Secara terpisah, Wakil Ketua DPP Partai NasDem Ahmad Ali menuturkan, banyak hal yang dibicarakan Jokowi dan Surya Paloh dalam pertemuan sekitar satu jam lebih pekan lalu. Tak terkecuali membahas mengenai perombakan kabinet atau reshuffle yang santer sebelumnya menteri dari Nasdem bakal didepak Jokowi.

"Apa yang dibicarakan oleh beliau sekitar satu jam lebih itu kalau semata-mata bicara soal reshuffle rasanya tidak masuk akal," katanya.

Namun Ali tidak menjelaskan secara detil apa saja yang dibahas Jokowi dan Surya.

"Yang mereka bicarakan berdua, hanya Pak Jokowi dan Pak Surya yang tahu,” tuturnya.

Rabu Pon

Presiden Joko Widodo pun akhirnya angkat bicara terkait pertemuannya dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh pada Kamis pekan lalu. Jokowi membenarkan pertemuan tersebut.

Di mana Jokowi telah mengundang Surya Paloh untuk datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Pertemuan biasa-biasa saja," ujar Jokowi usai menghadiri acara 'Kick-Off' Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/1).

Jokowi juga enggan menjelaskan lebih detil ketika ditanya apakah pertemuan dengan Surya Paloh membahas soal reshuffle kabinet. “Mau tahu saja," jawab Jokowi.

Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di HUT ke-11 Partai Nasdem di JCC, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (ist/ dok IG @aniesbaswedan)
Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di HUT ke-11 Partai Nasdem di JCC, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (ist/ dok IG @aniesbaswedan)

Ruffle kabinet, Jokowi juga tidak menjelaskan secara gamblang saat dicecar oleh awak media.

Awalnya wartawan menyampaikan kepada Jokowi bahwa Rabu pekan depan merupakan Rabu Pon. Rabu Pon seringkali dijadikan momentum oleh Jokowi untuk melakukan perombakan kabinetnya.

Wartawan bertanya, apakah Presiden akan melakukan perombakan kabinet pada Rabu Pon itu.

“Masa (pekan depan Rabu Pon)? Rabu Pon, benar? Ya nanti tunggu saja,” ucap Jokowi.

Tiga Bulan Buntu

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengungkapkan, pertemua presiden Jokowi dengan Surya Paloh Kamis pekan lalu terjadi setelah beberapa bulan tidak berkomunikasi.

Itu artinya, komunikasi antara keduanya sempat menghilang usai Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) di Pilpres 2024.

"Kurang lebih 3 bulan tidak berkomunikasi lantas berkomunikasi dengan sangat baik," ucap Sugeng di kediaman Anies di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2023).

Menurut Sugeng, Surya Paloh dan Jokowi membahas berbagai tantangan bangsa meliputi ekonomi, sosial dan politik yang harus dihadapi dengan kebersamaan. Ia juga meyakini kalau keduanya membicarakan perihal Pilpres 2024.

"Saya yakin dibahas, saya yakin itu interpretasi saya karena menyangkut banyak hal dibatasi waktu cukup lama, satu jam lebih bahkan pertemuan antara Pak Surya dengan pak Jokowi."

Diharapkan Tak Ada Kepentingan Politik

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi itu layaknya pertemuan presiden dengan para ketua umum partai lainnya. Yakni, untuk kepentingan bangsa dan negara. 

"Pertemuan dengan Pak Surya Paloh ya bagaimana pertemuan dengan ketum parpol yang lain, Pak Jokowi selalu membuka pintu Istana dialog untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Hasto di Kantor DPC PDIP Bandung, Jumat (27/1/2023).

Namun, ia mengingatkan, pertemuan itu jangan sampai ada yang menyalahgunakan untuk kepentingan politik sesaat. Pasalnya, menurut Hasto, Jokowi memiliki kewenangan strategis untuk mengambil suatu tindakan. 

"Ketika dialog itu ada yang menyalahgunakan hanya untuk kepentingan politik sesaat, hanya untuk kepentingan partainya, maka Presiden Jokowi punya kewenangan untuk mengambil suatu tindakan strategis sesuai kewenangan presiden," katanya.

Tim Liputan Bagaskara Indiansyah dan Novian Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golden Ticket Tak jadi Jaminan Terhindar dari Rintangan, Anies Akan Mundur Pencapresan atau Bertahan?

Golden Ticket Tak jadi Jaminan Terhindar dari Rintangan, Anies Akan Mundur Pencapresan atau Bertahan?

Kotak Suara | Selasa, 31 Januari 2023 | 13:40 WIB

PKS Akhirnya Beri Kepastian ke NasDem dan Demokrat, Denny Siregar: Gini Kan Anies Lega, Nggak Nangis-Nangis Lagi

PKS Akhirnya Beri Kepastian ke NasDem dan Demokrat, Denny Siregar: Gini Kan Anies Lega, Nggak Nangis-Nangis Lagi

Metro | Selasa, 31 Januari 2023 | 13:31 WIB

Cuitan Mardani Ali Sera Ini Pastikan PKS Dukung Anies Baswedan, Ikuti NasDem dan Demokrat

Cuitan Mardani Ali Sera Ini Pastikan PKS Dukung Anies Baswedan, Ikuti NasDem dan Demokrat

Joglo | Selasa, 31 Januari 2023 | 13:28 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×