Menakar Peluang Koalisi Akbar Reuni Partai Pendukung Jokowi

Erick Tanjung | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 02 Februari 2023 | 18:42 WIB
Menakar Peluang Koalisi Akbar Reuni Partai Pendukung Jokowi
Ilustrasi Koalisi Pendukung Jokowi. (Suara.com/Iqbal]

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay berujar politik saat ini masih sangat cair. Ia mengatakan politik merupakan seni mencari kemungkinan atau the art of possible, sehingga kalau kemungkinannya ada, bukan hal mustahil terjadi. "Ya kan kalau politiknya saya katakan cair, tidak tertutup kemungkinan hal itu ada," kata Saleh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Menurut Saleh kemungkinan ke arah tersebut bisa terjadi. Sebab semua koalisi yang ada sekarang belum final.

KIB sendiri, kata dia, akan senang bila anggota koalisinya bertambah. "Begitu juga dengan koalisi partai lain, katakan lah seperti Gerindra dan PKB. Pasti dia akan senang kalau misalkan ada partai lain yang ikut bergabung, karena semakin banyak teman berserikat ya tentu itu akan semakin banyak peluang untuk memenangkan pertarungan pada 2024," ujar Saleh.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai masih terlalu jauh untuk membicarakan kemungkinan koalisi partai yang ada saat ini melebur menjadi satu koalisi akbar. Apalagi terkait reuni partai pendukung pemerintah untuk berkoalisi kembali pada 2024.

Hal itu mengingat tahapan Pemilu 2024 yang masih jauh dan pendaftaran capres dan cawapres masih beberapa bulan ke depan, sehingga masih banyak dinamika yang akan berkembang. "Masih terlalu dini untuk mengatakan ini itu, karena pada dasarnya KIB itu memang terbuka saja dan kami selalu menjalin komunikasi dengan siapapun," kata Dave.

KIB juga belum menjadikan peleburan koalisi saat ini menjadi satu topik bahasan. Tetapi diakui Dave, Golkar maupun KIB terus membuka komunikasi dengan partai lain. "Komunikasi sih jalan terus, akan tetapi kami lihat mana yang terbaik untuk bangsa," tutur Dave.

PKB Terbuka KIB Melebur ke KIR

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid percaya koalisinya bersama dengan Gerindra, yakni Koalisi KIR bisa semakin kuat bila ditambah partai-partai lain. Penambahan itu termasuk dari tiga partai di KIB, mulai dari Golkar, PAN, dan PPP.

Menurut Jazilul dua koalisi itu bisa semakin kuat apabila meleburkan diri satu sama lain dengan kata lain merger. Tetapi PKB ingin KIB yang bergabung ke KIR, bukan sebaliknya. "Kami terbuka bila KIB mau bergabung dalam koalisi PKB-Gerindra. Insyaallah makin kuat," kata Jazilul dihubungi Rabu (1/2).

Sementara itu terkait peluang adanya reuni partai pendukung pemerintah pada Pilpres 2024, PKB tidak menutup kemungkinan itu bisa terjadi. "Hemat saya perkembangan koalisi masih dinamis, semua kemungkinan masih terbuka. Waktunya juga masih cukup untuk mendiskusikan semuanya," ucapnya.

Jazilul menanggapi juga keterbukaan NasDem untuk bergabung dengan KIB. Sebaliknya, NasDem juga terbuka bila KIB bergabung dengan Koalisi Perubahan, koalisi yang sedang dibangun NasDem bersama PKS dan Demokrat, sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam kunjungannya di DPP Golkar, Rabu (1/2) lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI ini mengungkapkan memang sempat ada bahasan untuk meleburkan koalisi menjadi satu atau bahkan reunian partai pendukung pemerintahan Jokowi. Bahasan itu terjadi ketika sejumlah elite NasDem berkunjung pada Kamis (26/1). "Ya tipis tipis," kata Jazilul.

NasDem ke KIB atau Sebaliknya

Surya Paloh membuka kemungkinan NasDem bergabung dengan Golkar, PAN dan PPP di KIB. Kemungkinan itu diutarakan Paloh usai melakukan pertemuan tertutup dengan Airlangga Hartarto di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat.

Menurutnya, bukan cuma NasDem yang berpeluang gabung KIB. Sebaliknya, peluang yang sama juga bisa terjadi dengan KIB untuk bergabung dengan NasDem yang kini menjajaki Koalisi Perubahan bersama PKS dan Partai Demokrat. "Apakah perlu akan mungkin bergabung dengan KIB? Ya sama-sama mungkin, mungkin KIB juga bergabung sama NasDem kan," kata Paloh, Rabu (1/2).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya untuk NasDem, PDIP Welcome jika Partai di Koalisi Perubahan Mau Berkunjung ke Megawati

Bukan Hanya untuk NasDem, PDIP Welcome jika Partai di Koalisi Perubahan Mau Berkunjung ke Megawati

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 16:21 WIB

Bukan Soal Dukungan Anies, Hasan Hasbi Ungkap 3 Ganjalan Koalisi Perubahan yang Belum Terselesaikan

Bukan Soal Dukungan Anies, Hasan Hasbi Ungkap 3 Ganjalan Koalisi Perubahan yang Belum Terselesaikan

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 15:47 WIB

Minta Capres-Cawapres Koalisi Perubahan Diumumkan Maret, Sekjen PKB: Kiai hingga Ulama Tak Sabar Sosialisasikan

Minta Capres-Cawapres Koalisi Perubahan Diumumkan Maret, Sekjen PKB: Kiai hingga Ulama Tak Sabar Sosialisasikan

Kotak Suara | Kamis, 02 Februari 2023 | 14:40 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB