Koalisi Besar Masih Terbuka Lebar, Golkar Masih Buka Peluang dengan KPP

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengibaratkannya, seperti koalisi besar yang sebelumnya juga pernah terlaksana pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya.

Chandra IswinarnoNovian Ardiansyah
Selasa, 28 Maret 2023 | 20:15 WIB
Koalisi Besar Masih Terbuka Lebar, Golkar Masih Buka Peluang dengan KPP
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. [ANTARA/Melalusa Susthira K]

Suara.com - Kemungkinan Golkar bergabung dalam koalisi besar masih terbuka lebar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengibaratkannya, seperti koalisi besar yang sebelumnya juga pernah terlaksana pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya.

"Untuk 2024, tentu dorongan untuk koalisi besar itu masih mungkin bisa dilakukan dalam rangka apa? Dalam rangka kekuatan politik dalam menghadapi Pilpres 2024," kata Ace di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (28/3/2023).

Menurut Ace, koalisi besar bisa berdampak positif. Terutama terhadap roda pemerintahan ke depan, yakni peridoe pemerintahan 2024-2029. Koalisi besar dipercaya bisa membuat stabil jalannya pemerintahan

Baca Juga:Arah Politik Airlangga: Minta Golkar Konsisten Dorong Ketua Umum jadi Capres 2024

"Maka koalisi besar itu masih mungkin bisa dilakukan, jika dinamika politiknya masih sangat terbuka, makanya Pak Airlangga melontarkan tentang Koalisi Indonesia Bersatu bisa saja berkoalisi dengan koalisi-koalisi yang lain," kata Ace.

Termasuk kemungkinan membuat koalisi besar dengan Koalisi Perubahan yang terdiri dari NasDem, PKS, dan Demokrat.

"Semua masih dalam proses masih dalam proses tahap penjajakan," ujar Ace.

Sementara itu, peluang menyatu dengan Koalisi Perubahan turut dibahas dalam pertemuan dan obrolan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh pada acara buka puasa bersama di NasDem Tower, Ace tidak spesifik menjawab.

Menurut Ace hal lumrah apabila kedua ketua umum saling berbincang. Apalagi bila mengingat keduanya pernah bersama di Golkar.

Baca Juga:JK Bujuk Golkar Gabung Koalisi Perubahan, Waketum PAN: Namanya Juga Ngajak Kan, Biasa Itu

"Kalau ngobrol biasa Pak Airlangga dengan Pak Surya Paloh. Surya Paloh senior partai Golkar juga, kan, NasDem, kan, Nasdem bin Golkar," kata Ace.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai, ada arahan dari Jusuf Kalla terhadap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk memperbesar koalisi Golkar. Termasuk melebarkannya bersama Koalisi Perubahan.

Sinyal tersebut terbaca dari kehadiran tokoh senior Golkar JK dan Airlangga di acara buka bersama di NasDem Tower. Dalam acara tersebut turut hadir Anies Baswedan dan pimpinan partai di Koalisi Perubahan.

"Saya kira pasti ya, senior-senior itu kan mempunyai pandangan, saran, masukan, tapi semua masukan saran dan pandangan dari senior-senior itu pasti at the end akan dibicarakan," kata Doli di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (27/3/2023).

Sementara itu, terkait kemungkinan memperbesar koalisi antara Golkar dan Koalisi Perubahan, menurut Doli itu bukan hal mustahil. Mengingat perjalanan politik menuju Pemilu 2024 masih panjang sehingga masih akan ada dinamika.

Adapun Airlangga dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh diakui Doli sempat melakukan pertemuan empat mata di NasDem Tower saat acara buka puasa bersama. Doli berujar pertemuan kedua itu turut membahas dan memperdalam kemungkinan bekerja sama.

"Ya sangat dimungkinkan dari hasil silaturahim kalau ada yang sama ketemu ya kita membangun koalisi bersama bentuknya apakah ada parpol baru atau gabungan koalisi bersama. Itu kita lihat berkembangannya seperti apa itu maksudnya," kata Doli.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

KOTAK SUARA

TERKINI