Ulah Alifurrahman Sebar Hoaks Capres Cekik Wamen, Ganjar Pranowo Didesak Minta Maaf ke Rakyat dan Prabowo!

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 19 September 2023 | 18:56 WIB
Ulah Alifurrahman Sebar Hoaks Capres Cekik Wamen, Ganjar Pranowo Didesak Minta Maaf ke Rakyat dan Prabowo!
Ulah Alifurrahman Sebar Hoaks Capres Cekik Wamen, Ganjar Pranowo Didesak Minta Maaf ke Rakyat dan Prabowo! [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketua Umum Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer atau Noel meminta Ganjar Pranowo meminta maaf kepada rakyat dan Prabowo Subianto atas ulah yang dilakukan pendukungnya, yakni Alifurrahman.

Sebelumnya, relawan Prabowo menyoroti pernyataan Alifurrahman pada tayangan di SEWORD TV pada 17 September 2023 lalu. Dalam tayangan itu, muncul narasi adanya kekerasan berupa pencekikan dan penamparan dalam rapat kabinet yang dilakukan oleh seorang menteri yang saat ini sebagai capres kepada wakil menteri.

Diketahui narasi itu kemudian disudutkan terhadap Bacapres Prabowo. Belakangan narasi adanya pencekikan dibantah dan dinyatakan hoaks.

Relawan Prabowo Mania 08 menanggapi isu Capres yang menampar hingga mencekik Wamen. (Suara.com/Novian)
Relawan Prabowo Mania 08 menanggapi isu Capres yang menampar hingga mencekik Wamen. (Suara.com/Novian)

Berdasarkan hal itu, relawan Prabowo Mania 08 mendesak Ganjar selaku capres yang didukung Alifurrahman menyatakan permohonan maaf atas ulah pendukungnya.

"Jadi kami minta Ganjar Prabowo meminta maaf terhadap rakyat Indonesia dan minta maaf kepada Pak Prabowo dan minta maaf kepada saya dan kita sebagai pendukung Pak Prabowo. Itu sikap tegas kita," kata Noel di Rumah Pemenangan Relawan Prabowo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2023).

Noel memiliki alasan kuat mengapa ia meminta Ganjar ikut minta maaf. Pasalnya berdasarkan data yang ia punya, Alifurrahman memang merupakan pendukung Ganjar.

Alifurrahman. [Youtube]
Alifurrahman. [Youtube]

"Kami bisa buktikan. Saya juga enggak mau menyebarkan hoaks. Kalau saya menyebarkan hoaks, mereka punya hak untuk melakukan tidnakan hukum terhadap diri saya," kata Noel.

"Ada kok berita beritanya dia. Afiliasi partainya kita sudah tahu ke mana, pernyatan pernyataan dukung Ganjar juga kita tahu ke mana. Videonya banyak kok, enggak susah. Jadi saya tidak menuduh tanpa data, gitu," sambungnya.

Selain mendesak Ganjar minta maaf, Prabowo Mania 08 sekaligus berencana menempuh langkah hukum atas penyebaran hoaks kepada Prabowo. Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menindak secara tegas segala pelaku penyebar kebencian dan kebohongan.

baca juga

Di sisi lain, Prabowo Mania 08 juga meminta Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi melakukan takedown terhadap video-video hoaks yang dialamatkan kepada Prabowo berkaitan narasi pencekikan wakil menteri.

Menurutnya, penyebaran hoaks tersebut berbahaya terhadap demokrasi.

"Jadi ini bahaya, bahaya buat demokrasi bahaya juga buat NKRI. Jadi ketahuan nih siapa-siapa yang selama ini teriak-teriak NKRI, Pancasila, ternyata cuma slogan," kata Noel.

Bantahan Prabowo 

Sebelumnya, Prabowo Subianto angkat bicara soal dirinya yang diisukan menganiaya salah satu wakil Menteri kabinet Indonesia maju dalam rapat terbatas kabinet. Ketua Umum Partai Gerindra itu membantah informasi itu dan tengah mempelajari sekaligus memproses informasi palsu yang menyebar lewat kanal Youtube itu.

Hal itu disampaikan Prabowo usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke PT Pindad Bandung , Jawa Barat Selasa siang (19/9). Prabowo bilang ia tidak pernah bertemu dengan wakil Menteri pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam rapat.

"Saya ketemu saja belum sama wamennya,” kata Prabowo.

Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan (Menhan), Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2023). (Suara.com/Novian)
Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan (Menhan), Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2023). (Suara.com/Novian)

Kabar Prabowo menampar salah satu wakil menteri awalnya disebarkan oleh akun media sosial Seword. Narator Alifurrahman Asyari mengklaim mendengar kabar dari orang yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut bahwa menteri aktif di kabinet presiden Jokowi mencekik dan menampar wakil menteri jelang rapat kabinet istana.

Alifurrahman tidak menyebut menteri itu secara jelas. Tetapi dia memberi petunjuk menteri tersebut adalah calon presiden. Spekulasi mencuat di aplikasi perpesanan seperti X – yang sebelumnya dikenal Twitter, hingga WhatsApp.

Buzzer Diminta Setop Bikin Hoaks

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau para buzzer berhenti membuat hoaks, seiring rumor Prabowo mencekik wakil menteri yang dengan sendiri terbantahkan.

Terlebih, sejumlah pihak, termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah membantah rumor yang dialamatkan kepada Prabowo.

"Pak Presiden sudah bantah, Kementan sudah bantah, kami sudah nyatakan itu hoax dan fitnah," kata Dahnil dihubungi, Selasa (19/9/2023).

Meski diketahui informasi Prabowo cekik wamen adalah hoaks tetapi informasi itu kadung tersebar dan disebarkan. Karena itu Dahnil mengimbau agar buzzer tidak lagi memproduksi berita bohong yang berdampak merusak persatuan.

"Sudah banyak orang bahkan tokoh yang ikut tebar fitnah berita itu. Kami hanya mengimbau agar buzzer dan para produsen hoax berhenti melakukan praktik-praktik, berhenti lah merusak Indonesia dan persatuan, bersaing lah dengan jujur," kata Dahnil.

Dibantah Jokowi

Sebelumnya, Jokowi mengonfirmasi bahwa kejadian penganiayaan yang dikabarkan melibatkan Prabowo tidak pernah terjadi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai meninjau harga pangan di Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai meninjau harga pangan di Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Setahu saya tidak ada peristiwa seperti itu. Masak nyekek," kata Jokowi di Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa.

Dia menilai banyak kabar fitnah yang ditemukan pada tahun-tahun politik seperti ini. Untuk itu, dia menegaskan bahwa kabar yang beredar perlu dipastikan kebenarannya.

"Memang tahun politik itu banyak berita-berita seperti itu tolong di kroscek, dikroscek kebenarannya jangan diterima mentah-mentah setiap ada berita," ucap Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Projo Ungkap Capres Pilihan Hasil Konferensi Daerah: Prabowo Menang Telak 12-0

Projo Ungkap Capres Pilihan Hasil Konferensi Daerah: Prabowo Menang Telak 12-0

Kotak Suara | Selasa, 19 September 2023 | 18:42 WIB

Dukungan Demokrat Jadi Vitamin Segar untuk Prabowo di Pilpres 2024

Dukungan Demokrat Jadi Vitamin Segar untuk Prabowo di Pilpres 2024

Kotak Suara | Selasa, 19 September 2023 | 18:00 WIB

Survei LSI Denny JA: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Pemilih Partai Nasionalis, Anies Unggul di Partai Islam

Survei LSI Denny JA: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Pemilih Partai Nasionalis, Anies Unggul di Partai Islam

Kotak Suara | Selasa, 19 September 2023 | 17:58 WIB

Bebas Sanksi Walau Kampanyekan Ganjar Capres, Bawaslu Serahkan Kepala Daerah PDIP ke Mendagri Biar Dibina

Bebas Sanksi Walau Kampanyekan Ganjar Capres, Bawaslu Serahkan Kepala Daerah PDIP ke Mendagri Biar Dibina

Kotak Suara | Selasa, 19 September 2023 | 17:56 WIB

Terkini

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Bagaimana Cara Memilih Cleansing Balm yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:55 WIB

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 14:52 WIB

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:45 WIB

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

Bawa Bukti Akta 2013, Febrie Adriansyah Protes Tanah Disita Sebelum Tempus Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

Ada Selisih 2 Tahun, Kuasa Hukum Febrie Persoalkan Rentang Waktu Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:44 WIB

×