Suara.com - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024 terutama di Provinsi Jawa Barat. Hasilnya Partai Gerindra menjadi yang teratas, PDI Perjuangan (PDIP) menbuntuti di urutan kedua.
Survei ini dilakukan berdasarkan simulasi 18 partai politik di surat suara.
"Elektabilitas partai politik di Jawa Barat. Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 21,2 persen, diikuti PDI Perjuangan 17,6 persen, Partai Golkar 8,2 persen," kata Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam paparannya, Selasa (10/10/2023).
Sementara itu di urutan keempat ada NasDem dengan angka 7,4 persen, PKS dengan angka 7,3 persen, PKB 6,7 persen, dan PAN 6,5 persen.
Sementara Demokrat, PPP, Perindo hingga PSI angka perolehannya tak sampai ambang batas parlemen 4 persen.
"Partai Demokrat 3,9 persen, PPP 2,4 persen, Perindo 1,3 persen, dan PSI 1 persen, sementara partai politik lainnya masih di bawah 1 persen," tuturnya.
Untuk diketahui, survei ini diselenggarakan survei pada 25 September-1 Oktober 2023 di Jawa Barat dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Jumlah sampel survei 1.000 responden dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Jawa Barat dipilih karena merupakan provinsi dengan jumlah daftar pemilih tetap terpadat yaitu 35,7 juta pemilih atau 17,6 persen secara nasional.
Sebagai bahan acuan, bila mengacu pada hasil Pemilu 2019, setidaknya ada lima partai teratas yang dominan di Jabar.
Partai tersebut meliputi Gerindra berada di urutan pertama dengan prosentase 25 persen atau 4,3 juta suara, PDIP 13 persen, PKS 29 persen, Golkar 19 persen dan PKB 14 persen.