Kehebohan pun mereda setelah Gibran mulai mengenakan seragam PNS dan bekerja di Balai Kota Solo. Tak ada yang begitu spesial dari kinerja Gibran sebagai orang nomor satu di Solo.
Satu hal yang paling menarik perhatian ialah interaksi Gibran dengan masyarakat melalui akun media sosial X pribadinya. Tidak sedikit warga lokal yang melemparkan segala keluhan kepada Gibran.
Gibran juga langsung membalas berbagai keluhan tersebut dengan serius meski isi dari cuitannya kebanyakan soal candaan.
Kalahkan Senior
Namanya kembali mencuat ketika didorong menjadi kandidat bakal calon wakil presiden (cawapres). Banyak pihak yang menilai kalau isu itu sengaja digulirkan untuk meramaikan Pilpres 2024.
Namun, siapa sangka kalau isu itu ternyata menjadi kenyataan?
Namanya tidak pernah muncul di setiap lembaga survei. Untuk survei cawapres, nama-nama yang kerap muncul itu ada Erick Thohir, Ridwan Kamil, AHY dan Sandiaga Uno.
Entah bagaimana caranya, nama Gibran justru meroket menyandangi nama-nama besar tersebut.

Kekisruhan kembali muncul ketika Gibran awalnya digosipkan akan disandingkan dengan Prabowo yang sudah menyatakan maju capres.
Hal itu terbukti ketika Prabowo mengumumkan langsung dari kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023).
"Kita telah berembuk secara final, secara konsensus seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai capres untuk 2024-2029 dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Maju," kata Prabowo.
Prabowo dan Gibran akan mendaftarkan diri sebagai capres-cawapres ke KPU RI pada Rabu (25/10/2023).
Kalau misalkan resmi menjadi cawapres, itu artinya Gibran hanya butuh sekitar 4 tahun untuk bisa menempuhnya.
Kejutan dari Solo
Masuknya Gibran di ranah pencapresan membuat kaget banyak pihak. Pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdus Salam menilai Gibran bisa menjadi magnet baru dan mengubah peta politik nasional.
"Kejutan yang tidak terduga dan sungguh mengagetkan. Terus terang saya tidak menduga dan tidak terbayang sama sekali. Saya baru menerka-nerka itu setelah adanya putusan MK (Mahkamah Konstitusi) sore hari itu," kata Surokim di Surabaya, Senin (23/10/2023).
Surokim tak menyangka, Gibran begitu serius menyongsong kursi cawapres. Bagaimana tidak, Golkar yang dinilai sudah sangat matang sebagai partai sampai berani mengusung Gibran untuk menjadi cawapres.
"Itu sungguh di luar dugaan banyak pihak, ternyata serius Mas Gibran mencalonkan diri," ucapnya.