Singgung Soal Demokrasi, Ganjar: Speak Up Jika Terjadi Penyelewengan!

Kamis, 23 November 2023 | 12:48 WIB
Singgung Soal Demokrasi, Ganjar: Speak Up Jika Terjadi Penyelewengan!
Calon presiden 2024 Ganjar Pranowo menghadiri acara Sarasehan Nasional Alumni Universitas Negeri Makassar, Sabtu (18/11/2023). [Istimewa]

Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menilai, seluruh pihak harus angkat bicara jika demokrasi berjalan semakin tidak liberal dan justru malah terjadi penyelewengan.

Hal itu disampaikan Ganjar saat hadir dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah Calon Pemimpin Bangsa di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (23/11/2023).

Awalnya Ganjar mengatakan, jika bicara soal politik gagasan maka harus bisa menghilangkan identitas yang terlalu dominan.

Misalnya black campaign atau kampanye hitam hingga politik separatis.

"Kalau kita bicara politik gagasan yuk kita kembali kebersamaan kita, nilai Bhineka Tunggal Ika. Maka hilangkan identitas yang terlalu dominan, black campaign, politik separatis, karena ini yang kita harapkan sebagai bentuk nilai persatuan Indonesia. Ada nilai kemanusiaan juga di sana," kata Ganjar.

Ia menyebut, yang terjadi kekinian ada pihak yang sudah marah justru malah melakukan serangan.

Menurutnya, hal itu tak boleh terjadi.

Maka, kata dia, yang dibutuhkan hari ini ialah demokrasi yang dewasa.

"Kadang-kadang kalau sudah marah serangannya menyerangnya pribadi tapi itu realitas hari ini. Di mana dalam proses demokratisasi kita butuh dewasa. Perlu moral di dalamnya, perlu etik di dalamnya," tuturnya.

Baca Juga: Ada PNS Iuran Buat Pemenangan Ganjar-Mahfud, Ini Kata Menpan

Ganjar kemudian bicara kemudian soal jika demokrasi semakin tidak liberal.

Maka yang dibutuhkan nilai persatuan, dan hal tersebut perlu digencarkan.

"Maka kalau lah dalam proses demokratisasi ini mengarah tidak makin liberal tapi makin bisa merasakan bagaimana nilai persatuan juga penting maka rasa-rasanya semua harus menjadi agen untuk itu, speak up ketika terjadi penyelewengan dan sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut, eks Gubernur Jawa Tengah itu menyebut angkat bicara memang penting. Pasalnya kekinian berdasarkan catatan banyak sekali konten-konten hoaks.

"Dan kita melihat 11.642 konten informasi hoaks di Indonesia, 14,7 persen hoaks keagamaan dan biasanya muncul di era-era kontestasi seperti ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI