“Dan ya saya bersyukur karena bisa gabung di sana dan ketika saya ada di sana agak sedikit lebih mengherankan,” tambanya.
Ia mengatakan, sebelum bergabung ke TGUPP, ia sebenarnya sudah mengenal Anies. “Saya sudah tahu dengan keberadaan Pak Anies atau kami sudah berkenalan saat beliau jadi Rektor, kemudian dalam program Indonesia mengajar,” ungkapnya.
“Lalu, kami juga waktu itu bikin program Indonesia cerdas dan mengutus perwakilan ke daerah-daerah remote area ke 3T. Itu daerah terbelakang, terluar, dan tertinggal,” jelasnya.
“Nah di situ saya sudah mengenal dan sudah pernah berdiskusi dan saya sudah mendapat satu pemahaman bahwa beliau adalah seorang yang sangat moderat dan cendekiawan intelektual yang rendah hati bersahaja hidupnya,” tambahnya." Sumber: https://wartaekonomi.co.id/read485969/pendeta-ini-menangis-saat-tahu-anies-baswedan-beri-imb-ke-gereja-yang-sudah-40-tahun-tak-dapat-izin?page=2
Sedangkan terkait bagian pernyataan "dalam sejarah Gubernur Jakarta", ini sulit dibuktikan karena memang tidak ditemukan datanya jika merujuk pada era Gubernur Jakarta terdahulu sejak tahun 1960, apalagi dari era Wali Kota (tahun 1050-an).
Kesimpulan:
Berdasarkan penelusuran dan data yang tersedia tersebut, dapat disimpulkan bahwa terhadap pernyataan Anies Baswedan terkait jumlah izin rumah ibadah di atas adalah "sebagian benar". Hal ini karena sebagian di antara pernyataannya tidak bisa dibuktikan dan/atau tidak ada datanya, sedangkan sebagian angka yang tersedia juga tidak cocok, karena ada rumah ibadah yang tidak menunjukkan penambahan melainkan justru berkurang.