Beda 3 Pesan Penutup Capres di Debat Pertama, Siapa Paling Jleb?

Farah Nabilla

Rabu, 13 Desember 2023 | 14:26 WIB
Beda 3 Pesan Penutup Capres di Debat Pertama, Siapa Paling Jleb?
Pasca menyampaikan visi misi dan pelaksanaan debat capres, setiap capres dipersilahkan untuk memberikan pesan penutup sebagai akhir dari argumentasi mereka.

Suara.com - Kontestasi politik tahun 2024 kini tinggal menghitung hari. Persiapan demi persiapan pun telah dilakukan oleh masing masing pasangan capres-cawapres. Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) pun telah melaksanakan debat capres yang diselenggarakan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat pada Selasa (12/12/2023) malam. 

Para capres yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo pun menyampaikan setiap argumentasi dengan waktu yang telah ditentukan.

Dalam rangkaian acara debat capres tersebut, di penghujung acara para capres diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan penutup dalam waktu 2 menit.

Lalu, apa saja isi pesan penutup dari 3 capres ini? Simak inilah selengkapnya.

1. Anies tutup pesan dengan Wakanda No More, Indonesia Forever

Anies Baswedan pun mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan pesan penutupnya. Ia pun menggarisbawahi soal pengaruh anak muda dalam kehidupan politik Indonesia.

"Anak-anak muda kita semua sudah menyadari bahwa pemilu adalah tentang masa depan. Anda memilih masa depan, saya yakin Anda memilih yang serius menjadi presiden bukan yang main-main untuk menjadi presiden, dan ketika kita bicara masa depan saya ingin menyampaikan kepada semua kebebasan berpendapat akan dijamin. Kita tidak mengizinkan lagi situasi di mana orang takut," ucap Anies yang disambut riuhnya tepuk tangan para relawan AMIN.

Anies pun menutup pesannya dengan slogan unik. "Maka saya sampaikan wakanda no more, Indonesia forever," tutup Anies sambil memperagakan gaya Black Panther dan angka 1 yang menandakan nomor urut pencalonannya.

2. Prabowo tekankan soal kerukunan

baca juga

Prabowo Subianto pun mendapatkan kesempatan kedua untuk memberikan pesan penutup. Berbeda dengan Anies, Prabowo memilih untuk menekankan soal kerukunan berbangsa.

"Kita tidak boleh memikirkan untuk kepentingan sesaat, untuk kepentingan jangka pendek, untuk kepentingan diri kita, melompok kita." ungkap Menteri Pertahanan ini.

Prabowo pun juga meminta agar masyarakat tidak mengorbankan persatuan yang bisa menyebabkan perpecahan.

"Kita tidak boleh mengorbankan persatuan kesatuan, kerukunan bangsa Indonesia. Hanya dengan kerukunan, kearifan, kebersihan jiwa, tidak dengan permainan kata-kata retorika,"

Prabowo pun menutup pesannya dengan harapannya terhadap bangsa. "Tapi sungguh-sungguh cinta tanah air, Indonesia akan maju, negara hebat," tutup Prabowo.

3. Ganjar akui sudah biasa dengan aduan rakyat

Untuk terakhir kalinya, Ganjar Pranowo pun menjadi penutup seluruh rangkaian debat capres. Ganjar pun memulai pernyataannya dengan menyebut ia dan sang wakil, Mahfud MD sudah biasa mendengar aduan rakyat.

"Kalau kita berada pada momentum yang sama, kami dan Pak Mahfud ini adalah orang kecil, yang kalau bapaknya rapat, kira-kira anggota Forkompimcam. Kami hanya di level kecamatan. Kami telah terbiasa mencoba mendengarkan keluh kesah rakyat," ucap mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Ganjar pun juga menekankan soal kasus kriminalisasi kebebasan berpendapat yang marak terjadi.

"Maka, kalaulah kemudian demokratisasi ini bisa kita laksanakan dengan baik, sesuai dengan amanah reformasi, enggak ada lagi cerita Bu Shinta, enggak ada cerita Mas Butet, enggak ada cerita Melky," lanjut Ganjar.

" Tidak ada itu. Karena dewasa kita dalam berdemokrasi. Maka, dalam penghormatan terhadap HAM. Mari kita konsisten, antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dan saya, berdiri bersama korban untuk keadilan. Terima kasih, mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang." tutup Ganjar yang disambut riuhan tepuk tangan dari para relawan.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KontraS Soroti Isu Papua di Debat Pilpres: Komitmen Dua Capres Positif dan Satu Gagal Paham, Siapa?

KontraS Soroti Isu Papua di Debat Pilpres: Komitmen Dua Capres Positif dan Satu Gagal Paham, Siapa?

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 14:16 WIB

Pengamat Politik Soroti Gestur Prabowo Subianto dalam Debat Capres: Tampil Luwes dan Jenaka

Pengamat Politik Soroti Gestur Prabowo Subianto dalam Debat Capres: Tampil Luwes dan Jenaka

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 14:15 WIB

Ternyata Ini Arti Senyuman Ganjar di Debat Perdana Capres Menurut Pakar Mikro Ekspresi

Ternyata Ini Arti Senyuman Ganjar di Debat Perdana Capres Menurut Pakar Mikro Ekspresi

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 13:59 WIB

Anies Baswedan Kritik Demokrasi Tanpa Oposisi, Pengamat Politik: NasDem dan PKB Masih Nyaman di Pemerintahan

Anies Baswedan Kritik Demokrasi Tanpa Oposisi, Pengamat Politik: NasDem dan PKB Masih Nyaman di Pemerintahan

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 13:57 WIB

Gibran Mendadak Gempur Pengkritik Makan Gratis Pakai Data Ini, Warganet: Kayak Sales

Gibran Mendadak Gempur Pengkritik Makan Gratis Pakai Data Ini, Warganet: Kayak Sales

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 13:50 WIB

Menelaah Pentingnya Oposisi Sebagai Penyeimbang Demokrasi

Menelaah Pentingnya Oposisi Sebagai Penyeimbang Demokrasi

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 14:19 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×