Hendri adalah tokoh perempuan yang dikenal sebagai pendiri dan ekonom CORE Indonesia dengan latar belakang sebagai peneliti ekonomi pembangunan nasional. Dia pernah menjadi bawahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menjadi anggota Komite Ekonomi Industri Nasional pada tahun 2016-2019.
Selain itu Hendri pernah menjadi komisaris utama PT Telkom Indonesia Tbk. (2014-2019). Dia juga pernah menjadi anggota Komite Pengembangan Jasa Keuangan Syariah OJK.
Hendri meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (1998), master bidang manajemen kebijakan internasional dari University of Tsukuba, Jepang (1999). Kemudian dia meraih gelar doktor bidang ekonomi politik di internasional University of Tsukuba, Jepang (2004).
6. Hyronimus Rowa
Hyronimus adalah Wakil Rektor bidang Akademik dan Inovasi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan latar belakang sebagai peneliti kebijakan pemerintah dan pengembangan nasional. Pada September 2023 lalu, dia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pemerintahan.
7. Poppy Ismalina
Poppy merupakan Associate Professor di Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dengan latar belakang sebagai peneliti ekonomi pengembangan nasional. Dia mempunyai minat ke ekonomi hijau dan pembangunan ekonomi lokal.
Poppy yang merupakan anggota EuroSEAS Internasional dan Indonesian Economists Association (ISEI) ini meraih sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (1995). Kemudian dia menempuh pendidikan master bidang ekonomi pembangunan dari Australian National University dan meraih gelar PhD dari University of Groningen Netherlands.
8. Retno Agustina Ekaputri
Retno merupakan Rektor Universitas Bengkulu periode 2021-2025 dengan latar belakang sebagai rekan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Sebelumnya, dia adalah dekan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu dan Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan.
Latar belakang pendidikan Retno adalah meraih gelar sarjana di Universitas Gadjah Mada (1985). Kemudian dia meraih gelar magister (1988) dan doktoral (1996) di Universitas of Tennessee Knoxville, Amerika Serikat.
9. Suharnomo
Suharnomo adalah dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dengan latar belakang sebagai peneliti ekonomi pengembangan nasional. Dia punya bidang keahlian manajemen sumber daya manusia (SDM).
Suharnomo pernah menjadi Dewan Pakar Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Dia juga sempat jadi Ketua Free Trade Agreement (FTA) Jawa Tengah, Kemendag. Suharnomo menyelesaikan pendidikan sarjana menajemen di Universitas Diponegoro (1996), pendidikan magister sains manajemen di Universitas Gadjah Mada (1996) dan doktoral ilmu menajemen di Universitas Padjajaran (2009).
10. Tauhid Ahmad
Tauhid adalah Direktur Eksekutif INDEF dan dosen FEB Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dengan latar belakang sebagai peneliti ekonomi pengembangan nasional.
Keahlian Tauhid adalah bidang keuangan negara dan moneter, desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, serta pertanian, industri dan perdagangan internasional.
Tauhid menempuh pendidikan sarjana dan doktoral di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia menempuh pendidikan magister Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia (UI).
11. Yosa Rizal Damuri
Yosa adalah Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies/CSIS dengan latar belakang sebagai peneliti kebijakan pemerintah dan pengembangan nasional. Fokus penelitian Yosa adalah perdagangan internasional, integrasi regional dan globalisasi rantai nilai.
Yosa yang merupakan pengajar di FEB UI ini meraih Sarjana Ekonomi dari UI, gelar magister ekonomi pembangunan (MEcDev) di Australian National University (ANU), Canberra. Dia kemudian memperoleh gelar PhD bidang Ekonomi Internasional dari Graduate Institute of International Studies (HEI), Jenewa, Swiss.
Kontributor : Trias Rohmadoni