Pernah Bikin Ahok Masuk Penjara, Buni Yani Sebut Zulhas Menistakan Al-Maidah 57

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 22 Desember 2023 | 14:48 WIB
Pernah Bikin Ahok Masuk Penjara, Buni Yani Sebut Zulhas Menistakan Al-Maidah 57
Buni Yani. (Suara.com/Dwi Morison)

Suara.com - Waketum Partai Umat Buni Yani menyebut umat Islam sangat menyesalkan pernyataan yang disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas soal guyon salat yang dikaitkan dengan Pemilu.

Buni Yani yang dikenal sebagai pelapor eks Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus penodaan agama ini menyebut nasib Zulhas bisa sama seperti ahok.

"Umat Islam sangat menyesalkan penistaan agama yang dilakukan Menperindag Zulkifli Hasan yang berakibat pidana," ujar Buni Yani seperti dikutip dari akun X pribadinya, Jumat (22/12/2023).

Caleg DPR RI dari Partai Umat ini kemudian membandingkan kasus penistaan agama yang pernah menjerat Ahok dengan lelucon Ketum PAN Zulhas.

Buni Yani menyebut, lelucon Zulhas soal salat tersebut secara jelas merupakan bentuk penistaan agama.

"Ahok dulu menistakan Al-Maidah 51, sekarang Zulhas menistakan AL-Maidah 57," katanya.

Sebagaimana diketahui, Ahok sempat dipidana karena dinilai telah menistakan Surat Al-Maidah ayat 51. Adapun pelapornya adalah Buni Yani. Sedangkan Zulhas kata dia, telah menistakan Surat Al-Maidah ayat 57.

Lebih lanjut, ia kemudian memperingatkan kepada semua pihak agar tidak menjadikan agama apalagi salat sebagai bahan lelucon hanya untuk membela calon presiden jagoannya di Pilpres 2024.

"Ajaran agama, apalagi salat, tidak bisa dijadikan bahan lelucon. Apalagi utk bela capres," kata dia.

baca juga

Pernyataan Zulhas

Sebekumnya Zulhas saat berpidato di acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyinggung soal salat yang diaktkan dengan Pilpres 2024.

Dalam guyonannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan adanya fenomena dimana ada jemaah salat tidak mau mengucap 'AMIN' usai pembacaan surat Al-Fatihah.

Menurutnya, hal itu disinyalir karena kata 'AMIN' dianggap sebagai kalimat dukungan untuk pasangan capres-cawapres Anies-Muhaimin, sementara yang salat adalah pendukung Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Jadi kalau salat Maghrib baca Al Fatihah, ‘waladholin…. Ada yang diem sekarang pak. Ada yang diem sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu," kata Zulhas, dikutip dari video pernyataannya yang beredar di publik.

Selain itu Zulhas menyebut ada fenomena orang sedang duduk tahiyat menunjuk tidak lagi menggunakan satu jari tetapi dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (menunjukan jari telunjuk), sekarang jadi gini (menunjukkan dua jari, telunjuk dan tengah), saking apa itu ya," kata dia lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Futri Zulya Savitri Anak Zulkifli Hasan Flexing Pakai Tas Hermes, Tebak Berapa Harganya?

Potret Futri Zulya Savitri Anak Zulkifli Hasan Flexing Pakai Tas Hermes, Tebak Berapa Harganya?

Lifestyle | Jum'at, 22 Desember 2023 | 14:39 WIB

Deretan Kontroversi Zulkifli Hasan, Kini Disorot karena Ucapannya Soal Salat

Deretan Kontroversi Zulkifli Hasan, Kini Disorot karena Ucapannya Soal Salat

Lifestyle | Jum'at, 22 Desember 2023 | 09:14 WIB

Ketum MUI: Ucapan Amin Sudah Ada Sebelum Indonesia, Candaan Zulhas Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Ketum MUI: Ucapan Amin Sudah Ada Sebelum Indonesia, Candaan Zulhas Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Kotak Suara | Jum'at, 22 Desember 2023 | 05:15 WIB

Zulhas Bicara Politik Saat Pidato sebagai Mendag, Apa Tindakan Bawaslu?

Zulhas Bicara Politik Saat Pidato sebagai Mendag, Apa Tindakan Bawaslu?

Kotak Suara | Jum'at, 22 Desember 2023 | 00:05 WIB

Ketum PAN Zulhas Kampanye saat Kegiatan Kementerian, Zita Anjani Bela Ayahnya: Wajar Saja

Ketum PAN Zulhas Kampanye saat Kegiatan Kementerian, Zita Anjani Bela Ayahnya: Wajar Saja

Kotak Suara | Kamis, 21 Desember 2023 | 20:27 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×