Pendukung Ganjar-Mahfud Dianiaya Aparat Gegara Bentangkan Spanduk Saat Kunjungan Jokowi, TPN: HAM Harus Dijaga!

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 31 Januari 2024 | 21:19 WIB
Pendukung Ganjar-Mahfud Dianiaya Aparat Gegara Bentangkan Spanduk Saat Kunjungan Jokowi, TPN: HAM Harus Dijaga!
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengecam tindakan penganiayaan diduga oleh aparat terhadap pendukung Ganjar-Mahfud saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Gunungkidul, DI Yogyakarta beberapa waktu lalu.

"Ya itu kami sayangkan sekali ada oknum-oknum yang melakukan itu," kata Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

Ia berharap aparat betul-betul bisa menerapkan pesan Presiden Jokowi tentang menjaga netralitas dalam Pemilu 2024.

"Di sinilah yang kami harapkan dan menghimbau semua, tolong dan diperhatikan apa yang sudah dikatakan oleh presiden. Apa yang dikatakan oleh para pemimpin di negara ini yang mengatakan netralitas, netralitas, netralitas. Dan semua ini, kita semua masyarakat mempunyai hak," ujarnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya soal hak asasi manusia atau HAM dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, yang terjadi justru aparat bertindak sewenang-wenang.

"Di sini hak asasi manusia sangat penting. Dan di sini bicara demokrasi sangat penting. Semua mempunyai hak untuk mengutarakan isi hatinya," tegasnya.

"Kami mengiatkan kembali kepada semuanya, sudah ada komitmen bahwa netralitas, netralitas, netralitas. Dan memastikan demokrasi dan hak asasi manusia dijaga," sambungnya.

Lebih lanjut, Arsjad mengatakan pihaknya bakal memberikan bantuan kepada korban penganiayaan tersebut.

"Jadi dengan demikian, bukan hanya yang kejadian di situ, tapi banyak juga laporan-laporan yang ada. TPN juga hadir di sana," tuturnya.

baca juga

Pendukung Paslon 03 Dianiaya

Untuk diketahui, seorang warga Gunungkidul menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan berpakaian 'preman' karena membentangkan spanduk beda pilihan saat Presiden Jokowi berkunjung ke Gunungkidul, pada Selasa (30/1) kemarin.

Ketua DPRD Gunungkidul yang juga ketua DPC PDIP Endah Surbekti Kuntariningsih mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Dia menilai aparat keamanan telah semena-mena terhadap rakyat yang ingin bertemu dengan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Gunungkidul.

Dia menilai sudah tidak saatnya lagi di saat era demokrasi seperti sekarang ini aparat keamanan bertindak represif, kecuali yang bersangkutan membahayakan presiden. Dia bertanya apa yang ditakutkan seorang presiden dari sebuah spanduk.

"Spanduk itu tidak berisi ancaman terhadap kesemalatan bangsa dan negara maupun kepada Presiden itu sendiri," kata dia.

Endah menilai aparat keamanan bertindak arogan. Di mana saat pihaknya yang sudah 10 tahun berjuang untuk Jokowi untuk menjadi presiden dengan keringat, darah dan air mata.

"Preisden Jokowi mendapatkan jabatan kekuasaan saat ini dari keringat para kader-kader akar rumput," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Elektabilitas Ganjar-Mahfud Jeblok, Ketua TPN: Kami Fokus di Akar Rumput

Survei Elektabilitas Ganjar-Mahfud Jeblok, Ketua TPN: Kami Fokus di Akar Rumput

Kotak Suara | Rabu, 31 Januari 2024 | 20:15 WIB

Usai Mahfud MD Mundur Sebagai Menkopolhukam, Kubu 03 Bakal Ubah Strategi Kampanye?

Usai Mahfud MD Mundur Sebagai Menkopolhukam, Kubu 03 Bakal Ubah Strategi Kampanye?

News | Rabu, 31 Januari 2024 | 19:14 WIB

Usai Mahfud Mundur Sebagai Menko Polhukam, TPN Minta Prabowo, Gibran dan Cak Imin Juga Mundur?

Usai Mahfud Mundur Sebagai Menko Polhukam, TPN Minta Prabowo, Gibran dan Cak Imin Juga Mundur?

Kotak Suara | Rabu, 31 Januari 2024 | 18:36 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×