Kubu Sebelah Sibuk Hak Angket, Koalisi Indonesia Maju Operasi Senyap Rayu Parpol Lain Gabung Prabowo-Gibran

Kamis, 29 Februari 2024 | 15:44 WIB
Kubu Sebelah Sibuk Hak Angket, Koalisi Indonesia Maju Operasi Senyap Rayu Parpol Lain Gabung Prabowo-Gibran
Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengumumkan Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapresnya untuk Pilpres 2024 melalui konferensi pers di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023) malam. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Keunggulan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di penghitungan suara Pilpres 2024 memacu Koalisi Indonesia Maju untuk mulai melakukan lobi-lobi lintas koalisi.

Koalisi Indonesia Maju atau KIM saat ini tengah berupaya membuka komunikasi mengajak bergabung partai di luar koalisi.

Baca Juga:

Cak Imin Tiba-tiba Minta Maaf atas Keseluruhan Kesalahan, Ada Apa?

Harta Berlimpah Dedi Mulyadi yang Heran Orang Ribut Beras Mahal, Punya Duit Rp7,8 M

PDIP Dan PPP Tak Solid, Nasib Hak Angket Layu Sebelum Berkembang?

Komunikasi secara non formal itu sudah mulai dilakukan oleh partai-partai di KIM kepada partai di Koalisi Perubahan pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun gabungan partai pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD, pasca pencoblosan pemilihan umum, 14 Februari lalu.

Diketahui berdasarkan hasil hitung resmi atau real count sementara, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari dua paslon lain.

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor menyampaikan komunikasi yang dilakukan masih informal.

Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Prabowo Jangan Sampai Jadi Beban Keuangan Negara

KIM menunggu pengumuman resmi KPU soal perolehan suara.

"Sudah (komunikasi) tapi belum formal. Nanti habis pengumuman resmi KPU RI," kata Afriansyah kepada Suara.com, Kamis (29/2/2024).

Baca Juga:

Tanduk PDIP Masih Tumpul Soal Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024, Sikap 'Diam' Megawati Jadi Tanda Tanya

Afriansyah menyampaikan ke depan tidak menutup kemungkinan koalisi Prabowo-Gibran mengajak gabung partai lain untuk masuk kabinet di pemerintahan mendatang.

Termasuk mengajak mereka yang kini berbeda pilihan, namun masih berada di pemerintahan Presiden Jokowi, seperti PDIP, NasDem, PKB, dan PPP.

"Ya, namanya politik segala sesuatu itu kemungkinannya ada, kenapa tidak demi persatuan dan demi Indonesia yang lebih baik," kata Afriansyah.

"Ketika nanti visi dan misinya sama tentunya partai yang lain yang tadinya tidak mendukung paslon 02 akan diajak bergabung bagi mereka yang mau kan begitu. Jadi tidak tertutup kemungkinan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI