Hilangkan Angka Perolehan Suara Pemilu 2024 di Sirekap, KontraS: KPU Gagal Transparan!

Ria Rizki Nirmala Sari, Dea Hardiningsih Irianto

Rabu, 06 Maret 2024 | 14:16 WIB
Hilangkan Angka Perolehan Suara Pemilu 2024 di Sirekap, KontraS: KPU Gagal Transparan!
Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS Rozy Brilian. (Suara.com/Dea)

Suara.com - Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rozy Brilian Sodik menanggapi hilangnya data berupa diagram dan angka pada laman publikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Dia menilai, langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menghilangkan informasi perolehan suara secara real count itu menunjukkan carut marut pada proses penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Kami menyoroti bahwa KPU dalam hal ini gagal memberikan keterbukaan informasi terkait dengan penghitungan Pemilu 2024 kepada publik,” kata Rozy saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

“Nah, kegagalan-kegagalan itu akhirnya kembali ditambah dengan KPU yang menghilangkan atau meng-clearkan seluruh data di dalam website Sirekap,” tambah dia.

Baca Juga:

Diduga Ada Main, Anggota Bongkar Kelakuan Ketua PPK Bekasi Timur Bekukan Sirekap Sembari Menangis

Rozy juga mengatakan hal ini menghilangkan transparansi pada penghitungan suara pada Pemilu 2024. Terlebih, saat ini terdapat isu mengenai dugaan penggelembungan suara.

“Jadi, kami melihat bahwa kekisruhan ini semakin meluas, bertambah, dan lagi lagi menandakan bahwa KPU semacam tidak sigap dan gagap dalam penyelenggaraan pemilu ini. Terbukti dari penyelenggaraan Sirekap,” tutur Rozy.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Sirekap merupkan program yang dibiayai oleh pajak sehingga perlu adanya keterbukaan informasi untuk masyarakat.

baca juga

“Pertanggungjawabannya juga harus jelas, penggunaannya juga harus transparan dan itu juga bisa jadi alat bantu bagi KPU dalam menyelenggarakan pemilu ini setransparan mungkin, seakuntabel mungkin,” ucap Rozy.

Untuk itu, dia menilai KPU justru membuang-buang uang negara perihal pengadaan Sirekap yang pada akhirnya tidak memberikan transparansi mengenai perolehan suara secara real count.

“Sayanganya, lagi lagi carut marut itulah yang terjadi bahwa KPU menghambur-hamburkan uang ini tidak untuk tujuan pemilu dan lagi lagi jika hal ini terus terjadi, ini akan terjadi delegitimasi terhadap proses pemilu dan ini akan sangat berbahaya bagi demokrasi. Terlebih, kecurangan-kecurangan pemilu juga masih banyak dan penyelenggaranya pun tidak sigap,” tandas Rozy.

Baca Juga:

Digoda 16 Persen, Ganjar Beri Jawabannya Tak Terduga

Sebelumnya, KPU mengakui pihaknya menghentikan tampilan grafik dan angka yang menunjukkan perolehan suara sementara pada real count.

Anggota KPU Idham Holik menjelaskan saat ini KPU hanya menampilkan formulir model C hasil penghitungan suara dari tempat pemungutan suara (TPS) yang diunggah kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

"Kini kebijakan KPU hanya menampilkan bukti otentik perolehan suara peserta pemilu," kata Idham kepada wartawan, Rabu (6/3/2024).

Menurut dia, fungsi utama dari laman Pemilu2024.kpu.go.id adalah publikasi foto formulir Model C Hasil plano.

Idham menegaskan foto formulir Model C Hasil plano merupakan bukti otentik yang diunggah KPPS di TPS. Terlebih, penghitungan suara di TPS disaksikan oleh saksi peserta pemilu, diawasi oleh Pengawas TPS, dan dipantau oleh pemantau terdaftar.

“Ketika hasil pembacaan teknologi Sirekap tidak atau kurang akurat dan belum sempat diakurasi oleh uploader (KPPS) dan operator Sirekap KPU Kab/Kota akan jadi polemiks dalam ruang publik yang memunculkan prasangka,” ujar Idham.

Komisioner KPU Idham Holik menyampaikan keterangan soal LADK. [Suara.com/Dea]
Komisioner KPU Idham Holik menyampaikan keterangan soal LADK. [Suara.com/Dea]

Untuk itu, tambah dia, KPU tetap menampilkan model C hasil plano sebagai bukti otentik yang dianggap perlu diperhatikan publik.

Sebabnya, Idham menilai selama ini publik lebih banyak melihat konversi dara Sirekap ketimbang memperhatikan formulir C hasil plano yang juga ditampilkan pada laman publikasi.

"Memberikan informasi yang akurat karena selama ini foto formulir Model C.Hasil jarang dilihat oleh pengakses Sirekap,” tandas Idham.

Sekadar informasi, laman Pemilu2024.kpu.go.id yang sebelumnya menampilkan hasil suara sementara secara real count sudah tidak menunjukkan grafik dan angka perolehan suara. Pantauan Suara.com, hal tersebut terjadi sejak Selasa (5/3/2024) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Margarito Kamis dan Aiman Saling Ngotot: Kamu Tersangka Kan?

Margarito Kamis dan Aiman Saling Ngotot: Kamu Tersangka Kan?

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 13:49 WIB

Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen, Yusril Ihza Mahendra: 1 Partai 1 Kursi di DPR

Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen, Yusril Ihza Mahendra: 1 Partai 1 Kursi di DPR

Kotak Suara | Rabu, 06 Maret 2024 | 13:23 WIB

Kakeknya Prabowo Pernah Ajukan Hak Angket di DPR, Soal Kecurangan Pemilu Juga?

Kakeknya Prabowo Pernah Ajukan Hak Angket di DPR, Soal Kecurangan Pemilu Juga?

Kotak Suara | Rabu, 06 Maret 2024 | 12:16 WIB

Ketua PPK Bekasi Timur Menghilang Pasca Kasus Penggelembungan Suara, Ditangkap Polisi?

Ketua PPK Bekasi Timur Menghilang Pasca Kasus Penggelembungan Suara, Ditangkap Polisi?

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 10:28 WIB

Intip Liburan Mewah Putri Zulhas ke Dubai: Makan Enak di Resor Super Mahal

Intip Liburan Mewah Putri Zulhas ke Dubai: Makan Enak di Resor Super Mahal

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 10:06 WIB

Terkini

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

×