Sirekap Rentan, Perolehan Hasil Pemilu 2024 Diduga Mudah Diintervensi

Jum'at, 15 Maret 2024 | 18:41 WIB
Sirekap Rentan, Perolehan Hasil Pemilu 2024 Diduga Mudah Diintervensi
Aplikasi sirekap KPU RI yang digunakan petugas KPPS bermasalah [Suara.com]

Suara.com - Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar menilai hasil pemilu pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) berpotensi diintervensi.

Apalagi bila server Sirekap memang benar-benar berada di luar negeri.

“Ada risiko terkait dengan intervensi terhadap hasil pemilu itu sendiri ketika kemudian pemrosesannya itu tidak sepenuhnya dilakukan di Indonesia dan kemudian melibatkan orang orang di Indonesia,” kata Wahyudi kepada Suara.com, Jumat (15/3/2024).

Dia mengakui, Sirekap memang memiliki beberapa celah agar intervensi terhadap hasil pemilu bisa terjadi. Meski begitu, Wahyudi menegaskan intervensi juga bisa terjadi jika server Sirekap berada di dalam negeri.

“Intervensi ini tidak harus dilakukan dari luar negeri, tetapi bisa juga kemudian intervensi dilakukan oleh hacker di dalam negeri pun bisa melakukan,” ujar dia.

“Kalaupun server itu berada di dalam negeri, risiko itu kan tetap ada, bisa dikatakan, apalagi ini berada di luar, artinya risiko untuk kemudiann pihak luar, pihak asing melakukan intervensi terhadap sistem tersebut juga sangat terbuka,” lanjut Wahyudi.

Terlebih, dia menyebut Sirekap memang sudah menunjukkan banyak persoalan seperti kemunculan data anomali dari teknologi optical character recognition (OCR) yang membaca formulir C hasil.

“Kalau membaca sistemnya ada beberapa kelemahan di situ, ada beberapa celah atau loop-loop, lubang-lubang yang memungkinkan sekali untuk melakukan intervensi, atau istilah teknisnya seringkali disebutkan memang ini ada backdoor untuk masuk dan kemudian bisa mengintervensi bekerjanya sistem ini atau beroperasinya sistem Sirekap ini,” tutur Wahyudi.

Lebih lanjut, dia menilai Sirekap memang rentan dengan integritas dan keamanan data yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga. menimbulkan sejumlah persoalan.

Baca Juga: KPU Akui Pakai Perusahaan Teknologi Tiongkok Alibaba untuk Pengadaan Cloud Pada Sirekap

Untuk itu, Wahyudi menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang dari awas seharusnya melakukan asesmen dan audit terhadap Sirekap.

“Jadi, memang bisa dikatakan sistem ini memang tidak siap untuk digunakan dari awal,” tegas Wahyudi.

Diketahui, komunitas yang fokus pada isu keamanan siber dan perlindungan data, Cyberity sebelumnya menemukan sejumlah temuan, yakni sistem pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id menggunakan layanan cloud yang lokasi servernya berada di RRC, Perancis dan Singapura.

Kemudian, Cyberity menemukan yayanan cloud tersebut merupakan milik layanan penyedia internet (ISP) raksasa Alibaba. Sebab, posisi data dan lalu lintas kdua laman tersebut ditemukan berada dan di atur di RRC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI