Jurus RK Cegah Bullying Anak di Jakarta: Bikin Aplikasi hingga Dekatkan Siswa dengan Lansia

Jum'at, 13 September 2024 | 19:56 WIB
Jurus RK Cegah Bullying Anak di Jakarta: Bikin Aplikasi hingga Dekatkan Siswa dengan Lansia
Jurus RK Cegah Bullying Anak di Jakarta: Bikin Aplikasi hingga Dekatkan Siswa dengan Lansia. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta, Ridwan Kamil (RK) mengungkapkan strateginya mencegah perundungan alias bullying di sekolah Jakarta. Salah satunya adalah dengan membuat aplikasi khusus bagi para siswa.

Aplikasi ini, kata RK, sudah dibuat saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Lewat aplikasi ini, korban dan saksi bisa membuat laporan tentang kejadian bullying.

"Ada dua ya jangka pendek, itu saya ada hal yang saya banggakan sebagai gubernur ada program bisa melaporkan via apps yang melaporkan itu bisa korban pem-bullyan-nya bisa teman yang jadi saksi," ujar RK di Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2024).

Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur Jakarta Ridwan Kamil - Suswono menyambangi kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso di Museum Bang Yos, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024). [Suara.com/Mae Harsa]
Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur Jakarta Ridwan Kamil - Suswono menyambangi kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso di Museum Bang Yos, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024). [Suara.com/Mae Harsa]

Nantinya, tiap guru di sekolah ada yang ditugaskan sebagai satuan tugas anti bully. Begitu ada laporan di sekolah itu, guru tersebut diwajibkan menindaklanjutinya.

"Jadi dia yang terima apps-nya itu si guru di sekolahnya. Nah dia wajib oleh sebuah indikator menyelesaikan dalam hitungan waktu," jelasnya.

Kemudian untuk jangka panjang, RK ingin mendekatkan siswa-siswa dengan para lanjut usia (lansia). Dengan cara ini, mereka mendapatkan banyak pelajaran dan menghargai kehidupan lewat empati yang didapat saat berinteraksi dengan lansia.

"Anak sekolah punya sahabat lansia atau disabilitas, sebulan sekali mereka bertemu sebagai tugas sekolah sehingga terjadi percakapan, terjadi transfer nilai nilai kehidupan," jelasnya.

"Terakhir empati makin banyak, empati di level anak sekolah, mudah mudahan di generasi berikutnya anak anak jakarta tentu lebih humanis," tambahnya memungkasi.

Baca Juga: Ajak Kelompok Difabel Keliling Naik TransJakarta, Ini Janji RK jika jadi Gubernur Jakarta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI