Penjelasan Dimyati Soal 'Perempuan Jangan Diberi Beban Berat Jadi Gubernur Banten'

Hairul Alwan Suara.Com
Kamis, 17 Oktober 2024 | 19:53 WIB
Penjelasan Dimyati Soal 'Perempuan Jangan Diberi Beban Berat Jadi Gubernur Banten'
Calon Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat kampanye di Stadion Maulana Yusuf, Kamis (17/10/2024). [Yandi Sofyan/Suara.com]

Suara.com - Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 2, Achmad Dimyati Natakusumah memberikan klarifikasinya usai menyebut perempuan jangan diberikan beban yang berat, salah satunya menjadi Gubernur Banten saat debat perdana Pilkada Banten 2024 yang digelar, Rabu (16/10/2024) malam.

Wakil dari Calon Gubernur Banten Andra Soni itu kembali menyinggung pernyataannya saat berkampanye di Stadion Maulana Yusuf, Kamis (17/10/2024) siang. Dimyati menyebut, dirinya tak melarang perempuan untuk menjadi Gubernur Banten lantaran banyak sosok perempuan yang sukses sebagai kepala daerah.

Dimyati berdalih, ia hanya merasa kasihan kepada sosok perempuan yang dicalonkan sebagai kepala daerah karena didesak oleh keluarga besar sehingga seolah-olah menjadi tumbal.

"Bukan dilarang jadi gubernur, perempuan jadi gubernur, ada yang sukses contohnya Khofifah Indar Parawansa, kenapa sukses karena tidak terlibat korupsi. Tapi kalau keluarganya yang koruptor yang menyuruh (mencalonkan diri)? Nah itu yang kasihan, perempuan itu hanya menjadi tumbal," kata Dimyati dihadapan ribuan pendukung dan relawan.

Mantan Bupati Pandeglang dua periode itu menyebut, pernyataannya mengenai beratnya menjadi pemimpin di Banten dikarenakan terdapat sejumlah Gubernur Banten yang harus berakhir di balik jeruji besi lantaran terjerat kasus korupsi.

"Perempuan harus dimuliakan, undang-undang membolehkan siapapun menjadi kepala daerah. Yang harus kita perhatikan adalah Banten, karena kepala daerah yang sebelumnya kena masalah hukum," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya di hadapan Calon Gubernur Banten nomor urut 1 Airin Rachmi Diany, Dimyati mengungkapkan agar perempuan tidak diberikan beban berat dengan menjadikannya sebagai gubernur.

Dimyati menyampaikan hal tersebut merespons pertanyaan dari rivalnya, Ade Sumardi. Saat itu Ade bertanya apa upaya Dimyati untuk menangani kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Banten.

"Oleh karena itu, wanita itu jangan terlalu dikasih beban berat apalagi jadi gubernur. Itu berat lho, luar biasa, maka oleh sebab itu laki-laki lah harus membantu memaksimalkan bagaimana Banten ini maju," kata Dimyati.

Baca Juga: Akademisi UI Kritik Keras Cawagub Banten Dimyati yang Sebut Jadi Gubernur Pekerjaan Berat Buat Wanita

Kontributor : Yandi Sofyan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI