Kader Partai Ummat, Helmi Felis, mengomentari program pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mewanti-wanti agar program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilanjutkan oleh presiden terpilih berikutnya.
Hal tersebut disampaikan Luhut Saat acara peluncuran laporan TikTok Southeast Asia Socio-Economic Impact Report pada Kamis (15/6/2023).
Luhut menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan situasi politik yang kondusif untuk mewujudkan program-program Presiden Jokowi yang akan berakhir pada 2024 mendatang.
"Kita jangan politik-politik kampungan lah. Kita tuh harus fokus membangun, karena itu kepentingan generasimu. Jadi berpolitik yang identitas yang membuat pertikaian, permusuhan," tegasnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kamis (15/6).
Dia kemudian menjelaskan bahwa program Presiden Jokowi tidak bisa dihentikan lantaran akan berdampak pada generasi berikutnya.
"Program yang dibuat Pak Jokowi sekarang, program yang menurut saya ndak bisa disetop. Karena kalau disetop dampaknya pada generasimu," tegas Luhut.
Menanggapi pernyataan tersebut, Helmi mempertanyakan kesepakatan apa yang dibuat dalam program tersebut sehingga diwajibkan untuk berlanjut.
“Memangnya ada deal apa dalam Program itu sehingga diwajibkan berlanjut?” tanya Helmi, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @HelmiFelis_ pada Jumat (16/6/2023).
Apalagi, Luhut sampai harus menyinggung perihal politik identitas sehingga semakin membuat dirinya curiga soal kesepakatan dalam program Presiden Jokowi itu.
“Sampe Politik identitas juga dibawa-bawa, apaan sih ini? Forced speech.? Memalukan.!” Ujar loyalis Anies Baswedan itu.