Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi buka suara terkait dengan pengunduran diri sejumlah pengurus partainya di Palembang.
Dirinya membantah kalau mereka mundur karena melihat politik mahar dalam tubuh partai anak muda ini, justru malah sebaliknya. Mereka dipecat karena melakukan pungutan terhadap calon legislatif dari PSI.
Dedek mengatakan partainya tak memiliki ruang sekecil pun untuk mereka-mereka yang bermain politik uang, hadiah yang akan diberikan pasti berupa pemecatan.
"Gak ada ampun ataupun secuil ruang membela diri bagi kader @psi_id yang menarik mahar dari para abcalegnya. Langsung pecat," ungkapnya dalam twitter @Uki23, dikutip Suara Liberte, Kamis (22/6/2023).
Politikus ini juga paham dengan kekecewaan yang mungkin dirasakan oleh sejumlah pihak terkait dengan kabar ini, dirinya mengaku tak bisa memastikan isi hati dari setiap punggawa partainya di PSI.
"Kami tak dapat memastikan isi hati dari tiap-tiap kader," tuturnya.
Namun, meskipun begitu, Dedek mengatakan pihaknya dapat memastikan satu hal akan selalu ditegakkan, yakni sistem pengawasan partai yang tegas dan ketat akan selalu berjalan di PSI.
"Kami dapat memastikan sistem pengawasan internal kami berjalan sangat ketat dan tegas," jelasnya.
PSI Palembang mendapati sejumlah pengurus hingga kadernya ramai-ramai mengundurkan diri. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan DPD PSI Palembang, Dedi.
Menurutnya terdapat isu tak sedap bahwa salah satu oknum pengurusnya melakukan pemungutan liar kepada bacaleg DPRD Palembang. Hal tersebut langsung direspons secara tegas dengan pemecatan langsung oleh PSI
"Jadi, bukan hanya itu (mahar), tapi baju partai yang disablon ternyata semua atas nama pribadi yang bersangkutan. Padahal baju dari DPP itu ada 300 lembar untuk dibagikan DPC se Palembang, tapi tidak dibagikan hanya pada pribadi Toni, " kata Dedi, Kamis (22/6/2023).