Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, yang menyebutkan angka penerimaan pajak Indonesia melandai.
Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan menyinggung bahwa ada yang lebih menyedihkan yakni terkait proyek Kereta Cepat.
"Lebih sedih lagi bangun kereta api cepat yang sampai sekarang pakai duit negara," ujar Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Rabu (28/6).
Sementara itu, dilansir dari TV One, Sri Mulyani menyebutkan penerimaan pajak pada Januari-Mei 2023 sebesar 17,7 persen, angka tersebut turun jika dibandingkan dengan Januari-Mei 2022 sebesar 53,5 persen.
"Ini memang menunjukan penerimaan pajak pertumbuhannya semakin melandai atau menurun. Pertumbuhannya tidak sekuat seperti awal tahun, karena memang tahun lalu pertumbuhannya itu sudah sangat tinggi," ujar Sri Mulyani, saat konferensi pers APBN Kita, Senin (26/6/2023).
Perlu diketahui penerimaan pajak pada Mei 2023 sebesar Rp830,29 triliun. Angka tersebut telah mencapai 48,33 persen dari target pajak 2023 yang sudah dikumpulkan.
Lebih lanjut, Bendahara Negara ini pun merincikan Pajak Penghasilan (PPh) dan non migas sebesar Rp486,84 triliun atau 55,7 persen dari target.
"Artinya ini adalah kenaikan 16,4 persen dibandingkan tahun lalu," kata dia.
Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp300,64 triliun atau 40,47 persen dari target penerimaan tahun ini. Sri Mulyani menyebutkan angka tersebut tumbuh sebesar 21,31 persen.
"Kenaikan dari PPh non migas dan PPN ini menggambarkan secara langsung atau tidak langsung kegiatan ekonomi," pungkasnya.
Untuk PPh migas sendiri sebesar Rp36,94 triliun atau 60,12 persen dari target, atau tumbuh 2,48 persen. PBB dan pajak lainnya sebesar Rp5,78 triliun atau 14,45 persen dari target.