Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mewanti-wanti terkait sosok pemimpin yang akan dipilih bangsa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Eko Kuntadhi dari tayangan YouTube Mind TV Indonesia. Dalam tayangan itu, Eko Kuntadhi menyebutkan wajar jika memang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kepemimpinan ibarat tongkat estafet yang harus terus maju ke depan.
Jokowi pun berharap kepemimpinan tidak seperti meteran pom bensin.
"Wajar ketika Pak Jokowi ngomong pemilihan presiden itu tidak seperti kita masuk pom bensin 'dari nol lagi ya Pak ya'," ungkap Eko Kuntadhi dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Mind TV Indonesia, Rabu (28/6).
Lanjut, Eko Kuntadhi menilai bahwa hal itu berkaitan dengan kemajuan negeri.
"Karena apa yang sudah dilakukan oleh presiden sebelumnya harus juga dilanjutkan oleh presiden berikutnya. Agar apa, agar kita bisa naik kelas, agar kita bisa merangkak maju," tutur Eko Kuntadhi.
Kemudian, Eko Kuntadhi menegaskan bahwa satu tugas bangsa menjelang Pilpres 2024 yakni terkait memilih pemimpin yang tepat.
"Sekarang PR kita adalah memilih pemimpin yang tepat," tegasnya.
Eko Kuntadhi menjelaskan bahwa jika salah dalam memilih pemimpin di kondisi saat ini, hal itu seperti menyia-nyiakan potensi terbaik bangsa.
"Memilih pemimpin yang salah dalam kondisi kritis kayak gini, ini sama saja kita tidak memanfaatkan potensi terbaik bangsa ini untuk bergerak maju," jelasnya.
Adapun Eko Kuntadhi terus mewanti-wanti agar memilih pemimpin yang tepat demi kemajuan negeri ini.
"Karena kalau salah kita pilih pemimpin kita tidak bisa memanfaatkan peluang emas, memanfaatkan bonus demografi, memanfaatkan potensi terbesar bangsa untuk bergerak lebih maju. Jadi sekali lagi ini PR kita sebagai bangsa," tandasnya.
Sementara itu, Jokowi sebelumnya menyinggung soal kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet, bukan justru meteran pom bensin.
"Kepimpinan ibarat tongkat estafet. Selagi kepimpinan itu seperti tongkat estafet bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu pak dimulai dari nol ya, tunjukkan ini," kata Jokowi dalam sambutannya pada peluncuran Indonesia Emas 2045 yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.
Kepemimpinan meteran pom bensin, kata Jokowi, diibaratkan maju mundur. Bahkan, maju mundurnya kepemimpinan bisa diibaratkan seperti senam poco-poco.
"Apakah kita mau seperti itu? Enggak, ndak kan. Masa kaya meteran pom bensin, mestinya kalau sudah TK SD SMP kepemimpinan berikutnya masuk SMA universitas. Nanti kepemimpinan berikutnya masuk ke S2 S3 mestinya seperti itu. Tidak maju mundur poco poco," imbuhnya.