Banyak Infrastruktur Sekolah di Indonesia Belum Berorientasi Prinsip Ketahanan Bencana

Suara Liberte | Suara.com

Selasa, 04 Juli 2023 | 13:00 WIB
Banyak Infrastruktur Sekolah di Indonesia Belum Berorientasi Prinsip Ketahanan Bencana
Dampak Gempa Bantul di Wonogiri (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Infrastruktur sekolah yang berkualitas dan tahan bencana harus menjadi prioritas dalam proses pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Tanah Air.

“Posisi wilayah Indonesia yang rawan bencana seharusnya diantisipasi dengan tepat, salah satunya dengan membangun infrastruktur sekolah yang tahan bencana,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).

Berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Bank Dunia, 75% sekolah di Indonesia berada di lokasi rawan bencana.

Hingga kini belum ada mekanisme pemeliharaan gedung sekolah yang efektif sesuai dengan tingkat kerusakannya dengan memerhatikan prinsip-prinsip ketahanan bencana.

Hasil kajian itu menyarankan pemeliharaan gedung sekolah secara rutin, sehingga biaya rehabilitasi gedung sekolah akan lebih terjangkau dibandingkan dengan pembiayaan rehabilitasi gedung yang rusak berat.

Menurut Lestari, hasil kajian BNPB dan Bank Dunia itu harus ditindaklanjuti segera dengan perencanaan yang tepat.

Apalagi, ujar Rerie sapaan akrab Lestari, sekolah merupakan tempat generasi penerus bangsa menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan kualitas berpikir dan menanamkan akhlak yang baik.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah II (Demak, Kudus, Jepara) itu, keamanan dan kenyamanan dalam menuntut ilmu harus dijamin, salah satunya dengan mengupayakan sarana dan prasarana sekolah yang berkualitas baik dan tahan bencana.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ajaran 2021/2022 menunjukkan hampir semua jenjang pendidikan mengalami peningkatan kerusakan sarana sekolah.

Tercatat 60,60% ruang kelas SD dalam kondisi rusak ringan atau sedang pada tahun ajaran 2021/2022. Angka tersebut lebih tinggi 3,47% dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 57,13%.

Di jenjang SMP, ruang kelas yang mengalami rusak ringan atau sedang sebesar 53,30%. Persentasenya lebih tinggi 2,74% dibandingkan tahun ajaran 2020/2021 sebesar 50,56%.

Persentase ruang kelas rusak ringan atau sedang di SMA tercatat 45,03% pada tahun ajaran 2021/2022. Proporsinya meningkat 2,16% poin dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 42,87%.

Kondisi tersebut, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan agar sarana dan prasarana publik, termasuk sekolah, benar-benar memiliki kualitas terbaik demi keamanan dan kenyaman generasi penerus bangsa saat menuntut ilmu.

Rerie sangat berharap proses pembangunan sektor pendidikan dapat dilakukan secara benar dan transparan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati.

Dengan begitu, tambah dia, dukungan terhadap upaya untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter kuat melalui sektor pendidikan dapat diwujudkan secara maksimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Adu Prestasi, Chusnul Chotimah Bandingkan Karya Anies dengan Infrastruktur Jokowi: Apa Manfaatnya Selain Tinggalkan Utang?

Adu Prestasi, Chusnul Chotimah Bandingkan Karya Anies dengan Infrastruktur Jokowi: Apa Manfaatnya Selain Tinggalkan Utang?

| Kamis, 22 Juni 2023 | 06:10 WIB

Terkini

Cushion Dewy Finish untuk Kulit Apa? Intip 5 Rekomendasi Terbaiknya

Cushion Dewy Finish untuk Kulit Apa? Intip 5 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Minggu, 26 April 2026 | 09:16 WIB

Bojan Hodak Senang Lihat Bobotoh dan Aremania Berdampingan di Stadion GBLA

Bojan Hodak Senang Lihat Bobotoh dan Aremania Berdampingan di Stadion GBLA

Bola | Minggu, 26 April 2026 | 09:13 WIB

Persaingan BRI Super League Sengit, Marcos Santos Sebut Tiga Kandidat Kuat Juara

Persaingan BRI Super League Sengit, Marcos Santos Sebut Tiga Kandidat Kuat Juara

Bola | Minggu, 26 April 2026 | 09:08 WIB

Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda

Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda

Sport | Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026

Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026

Sport | Minggu, 26 April 2026 | 08:59 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 08:56 WIB

Jadi Ahli Bedah Toraks: Pesona Lee Jong-suk di Doctor Stranger

Jadi Ahli Bedah Toraks: Pesona Lee Jong-suk di Doctor Stranger

Your Say | Minggu, 26 April 2026 | 08:55 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Manga Princess Knight Dapat Adaptasi Anime Baru Setelah 27 Tahun di Netflix

Manga Princess Knight Dapat Adaptasi Anime Baru Setelah 27 Tahun di Netflix

Your Say | Minggu, 26 April 2026 | 08:46 WIB