Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto mengomentari perihal klarifikasi Buro Happold, konsultan desain yang bermarkas di Inggris, yang disebut-sebut mendesain Jakarta International Stadium (JIS).
Buro Happold diketahui sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembangunan JIS. Dalam klarifikasinya, Buro Happold mengatakan bahwa dirinya tidak diminta dan tidak pernah mendesain JIS.
Terkait klarifikasi tersebut, Dede meyakini pendukung Anies Baswedan akan menyerang Buro Happold karena klarifikasi itu.
“Tinggal nunggu penyembah ‘berhala JIS’ menyerang Konsultan desain yg bermarkas di Inggris, Buro Happold,” ujar Dede, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @kangdede78 pada Senin (10/7/2023).
Dia juga meyakini narasi yang akan dibawa oleh pendukung Anies adalah Buro Happold ditekan rezim penguasa saat ini untuk menjelek-jelekkan Anies Baswedan.
“Narasinya: “Konsultan itu ditekan rezim untuk menjelek-jelekan Anies” Capres mantan Gubernur TERBURUK sepanjang sejarah DKI,” sambung Dede.
Berikut pernyataan Buro Happold:
Buro Happold bermaksud mengklarifikasi peran dan kontribusi perusahaan dalam Proyek Jakarta International Stadium (JIS).
Buro Happold adalah perusahaan jasa design, rekayasa dan konsultansi. Buro Happold tidak diminta untuk mendesain stadion JIS dan tidak pernah pula mendesain stadion ini.
Baca Juga: 5 Tips Mengoptimalkan Produktivitas dengan Timeboxing, Yuk Coba!
Lebih lanjut, perusahaan juga tidak terlibat dalam pekerjaan konstruksi apapun yang dilakukan kemudian.
Pihak Jakarta Konsultindo (Jakkon) meminta Buro Happold untuk membuat panduan desain (design guidelines) serta memberikan jasa konsultasi, mulai Desember 2018 hingga Maret 2019.
Lingkup pekerjaan mencakup persiapan untuk pembuatan panduan desain (preparation of concept design guide), penilaian untuk soal teknis dan komersial (technical and commercial assessment), konsep rencana induk untuk area di sekitar stadion (concept masterplan for the surrounding area), serta peta jalan implementasi proyek (implementation roadmap).
Selama masa pembuatan panduan itu, perusahaan memastikan agar desain seluruh aspek yang berkaitan dengan standar FIFA terpenuhi.
Selanjutnya, setelah rangkaian pekerjaan di atas selesai, Buro Happold diminta untuk meninjau konsep desain yang dipersiapkan oleh pihak lain, yang dalam hal ini adalah konsultan yang ditunjuk Jakkon.
Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold. Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah.