Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti PDI Perjuangan (PDIP) yang mengatakan bahwa ada partai politik (parpol) di Senayan dalam waktu dekat ini menyatakan dukungan ke bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar memprediksikan parpol yang akan bergabung dalam barisan mendukung Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 mendatang itu.
"PDI Perjuangan umumkan sebentar lagi ada parpol di Senayan yang akan gabung dukung Ganjar. Kayaknya Demokrat nih," ujar Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Rabu (12/7).
Lebih lanjut, Denny Siregar mengungkapkan alasannya memprediksikan Demokrat sebagai parpol yang akan dukung Ganjar Pranowo.
"Soalnya dari semua cawapres yang diajukan Nasdem ke Anies ga ada satupun nama AHY. Ya tinggalin aja," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Partai Demokrat saat ini ada dalam koalisi pengusung Anies Baswedan yakni Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun digadang-gadang jadi cawapres Anies Baswedan, tapi belum ada kejelasan sampai saat ini.
AHY pun sempat menyiratkan dirinya menolak menjadi calon wakil presiden untuk Ganjar. Hal tersebut diungkapnya di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta, pada Rabu (7/6/2023).
"Saya pertama berterima kasih kepada siapapun yang menyebutkan bahwa AHY bisa diperhitungkan dan sebagainya. Berpasangan dengan siapapun," ujar AHY dalam kesempatan tersebut.
Ia memberikan apresiasi kepada pihak yang mempertimbangkannya jadi cawapres. Namun, ia lebih memilih untuk memantapkan rancang bangun Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presidennya.
"Itulah mengapa selain tentunya menyampaikan apresiasi tadi, kami juga terus memantapkan rancang bangun dari koalisi perubahan ini," tutur AHY.
Terkait PDIP yang menyebut ada parpol senayan yang akan dukung Ganjar Pranowo, hal tersebut diungkap oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan partai politik lain yang akan ikut bergabung mendukung bakal calon presiden yang dicalonkan partainya.
Partai-partai politik yang dimaksud meminta wwaktu setidaknya hingga akhir Juli dan Agustus sehingga berbagai pendekatan terus dilakukan.
"Terus komunikasi dilakukan, Cuma ada partai kan ‘tolong saya dikasih waktu sampai akhir Juli’. Ada partai yang mengatakan ‘tolong saya dikasih waktu sampai pertengahan Agustus’. Sehingga berbagai pendekatan-pendekatan terus dilakukan," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya.