Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan memberikan kritikan tajam untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dirinya mengatakan lembaga anti korupsi tersebut berbeda dengan lembaga yang dulu pernah dikenal oleh masyarakat dari Indonesia.
Menurutnya lembaga tersebut kini sudah kehilangan jati dirinya sebagai lembaga yang mencegah hingga menindak tindakan korupsi dari elite pejabat negara.
Hal ini menyusul sejumlah kontroversi yang muncul belakangan ini terkait dengan KPK. Mulai dari masalah pelecehan hingga pungli yang terjadi dalam internal lembaga itu.
"KPK rezim sekarang standar ganda. Pelaku korupsi ditangkap lalu dipublis kemedia. Giliran pegawainya malak napi dan lecehkan istri napi korupsi cuma diberi sangsi gak dipecat. Parah," ungkap seperti dilansir dari @Umar_Hasibuan__, Jumat (14/7).
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron telah meminta maaf atas sederet kasus yang terjadi di tubuh antirasuah itu.
Gufron menyebut permintaan maaf itu dia sampaikan mewakili lembaga. Adapun sederet kasus itu di antaranya, menerima pungutan liar (pungli), melakukan kejahatan asusila kepada istri tahanan, hingga menggelapkan uang dinas.
"Jadi pertama, saya atas nama pimpinan dan lembaga, KPK meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bahwa ternyata KPK kebobolan," kata Gufron di Jakarta, Kamis (13/7).