Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean blak-blakan menilai bahwa Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais lebih parah dari bebek lumpuh terkait pernyataan-pernyataannya yang ditujukan pada sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini ditanggapi Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Ferdinand Hutahaean dengan tegas menyebut bahwa sosok yang lantang mengritik Jokowi itu lebih parah dari bebek lumpuh.
"Amien Rais itu lebih parah dari bebek lumpuh," ujar Ferdinand Hutahaean dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @fedinand_mpu, Senin (17/7).
Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean mengutarakan bahwa segala kritikan dari Amien Rais justru tak membuahkan ketakutan, tapi menjadi 'pengundang' pemangsa yang akan menerkamnya.
"Tak bisa jalan dan hanya bisa koak-koak saja. Tapi kocak-kocak nya bukan menakutkan tapi justru mengundang pemangsa menerkamnya karena sudah lumpuh dan tak mampu berlari," tutur Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa Amien Rais akan menjadi korban dari ucapan atau ulahnya sendiri.
"Dia akan jadi korban dari koak-koaknya sendiri, tunggu saja," tandasnya.
Sementara itu, dalam akun Twitter pribadi Amien Rais, Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut mengutarakan pertanyaan soal Jokowi yang menurutnya begitu ketakutan jika bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan menang dalam Pilpres 2024 dan menjadi Presiden 2024.
"Mengapa Jokowi sangat takut kalau Anies Baswedan menang jadi Presiden? Simak," tulis Amien Rais dalam Twitter pribadinya seraya menyertakan sebuah video.
Dalam video tersebut, Amien Rais mengutarakan alasan menurutnya jika Jokowi sangat ketakutan jikalau Anies Baswedan menang menjadi Presiden terpilih di Pilpres 2024.
"Jadi hampir bisa dipastikan Jokowi paling takut kalau Anies Baswedan sampai dapat tiket dan ikut Pilpres sehingga ada 3 pasangan capres-cawapres dan tentu Jokowi ngeri kalau sampai Anies Baswedan terpilih," ucap Amien Rais.
"Nah saya kira cukup manusiawi kalau Jokowi ketar-ketir, siapa tau Presiden Indonesia yang ke-8 lewat Pilpres 2024 tidak bisa selamatkan diri dan keluarganya dari kejaran proses yang pasti akan membunuhnya," imbuh Amien Rais.