liberte

Pemerintah Ingatkan Hoaks akan semakin Masif Jelang Pemilu 2024

Suara Liberte Suara.Com
Rabu, 18 Oktober 2023 | 12:25 WIB
Pemerintah Ingatkan Hoaks akan semakin Masif Jelang Pemilu 2024
Daftar Mantan Koruptor Nyaleg Pemilu 2024 - Ilustrasi Pemilu 2024 (freepik)

Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, baik penyelenggara, peserta Pemilu 2024, maupun pemilih, dapat dengan bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial.

“Penyampaian informasi kampanye tanpa saringan memicu terbukanya ruang konflik laten antarpara pendukung kontestan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M Gaffar dalam sambutannya pada Dialog Kebangsaan Sukses Pemilu 2024 Menuju Indonesia Maju yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, kemarin.

Janedjri mengatakan penggunaan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang tidak benar atau hoaks akan semakin masif dilakukan sejumlah oknum menjelang Pemilu 2024. “Lebih kurang empat bulan lagi, tepatnya 14 Februari 2024, kita akan melaksanakan pemilu yang ke-11 dalam sejarah pemilu Republik,” tambahnya.

Hoaks yang beredar di media sosial, menurut Janedjri, tidak mendatangkan kesejukan, tetapi memicu lahirnya bibit kebencian antarkelompok masyarakat. Oleh karena itu, dia mengingatkan pentingnya masyarakat menyaring informasi sebelum disebarluaskan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI juga sudah memprediksi puncak penyebaran hoaks Pemilu 2024 di media sosial terjadi pada Februari 2024. Hal itu becermin pada fenomena Pemilu 2019, puncak hoaks terjadi pada April 2019 atau saat berakhirnya tahapan kampanye sampai menjelang pemungutan suara.

“Kalau saat ini, bukan tidak mungkin hoaks itu akan meningkat dan memuncak di akhir November 2023, pada tahapan kampanye, sampai awal Februari 2024 menjelang tahapan pemungutan suara,” kata anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda.

Berdasarkan data pada Pemilu 2019, lanjut Herwyn, sebanyak 501 isu hoaks menyebar menjelang pemungutan suara. Situasi tersebut perlu diantisipasi karena berdampak pada kualitas pemilu yang dapat memperkuat polarisasi di tengah masyarakat, munculnya ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu, serta menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada hasil pemilu yang sah sehingga hal itu berdampak pada terjadinya konflik hingga kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI