Indonesia Punya Komunitas Peduli Keselamatan Jalan Raya

admin

Senin, 24 Februari 2014 | 15:20 WIB
Indonesia Punya Komunitas Peduli Keselamatan Jalan Raya
Logo RSA Indonesia. Sumber: RSA.

Suara.com - Belasan anggota Ertiga Club Indonesia (Erci) chapter Depok menghangatkan pagi yang digelayuti mendung, Minggu (23/2). Suasana di gedung KONI Depok, Jawa Barat pagi itu tambah hangat dengan isi perbincangan aktual seputar keselamatan jalan (road safety).

Pagi itu tim Road Safety Association (RSA) Indonesia diminta Erci chapter Depok untuk berbagi dan membahas soal aturan di jalan raya. Tim RSA Indonesia dipimpin ketua umumnya, Edo Rusyanto. Selain itu, hadir pula Kepala Divisi Legal Rieza Agus Susanto dan Humas Ahmad Fauzi.

Pasal-pasal dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pun menjadi kupasan seru pagi itu. Meningkatkan pemahaman untuk memperkuat ketaatan pada aturan sebagai bagian dari upaya melindungi diri saat berkendara di jalan raya. "Tapi masalahnya ada peraturan yang langsung begitu saja diterapkan, tanpa sosialisasi. Contohnya, soal ruang henti khusus sepeda motor di Depok,"ujar Yasep Setiakarnawijaya, ketua Erci chapter Depok, Minggu pagi.

Hal itu menunjukan bahwa publik butuh sosialisasi dan edukasi yang memadai akan regulasi keselamatan jalan. Sekalipun ketika sebuah aturan sudah berlaku saat diundangkan, seyogyanya pemerintah dan pemangku kepentingan keselamatan jalan mesti tak bosan mensosialisasikannya. "Karena itu, publik harus memberdayakan dirinya sendiri, tidak bisa menggantungkan sepenuhnya keselamatan di jalan kepada pemerintah," kata Edo Rusyanto.

Pada bagian lain, Tim RSA Indonesia menitikberatkan pembahasan kali ini pada aturan mengenai konsentrasi yang diatur UU No 22/2009 tentang LLAJ. Lalu, soal batasan kecepatan maksimal dan sanksi akibat kelalain saat berkendara yang memicu kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa.

Konsentrasi mutlak. UU tersebut menegaskan ada sejumlah hal yang bisa mengganggu konsentrasi dan tentu saja dilarang untuk dilakukan saat mengemudi. Beberapa hal yang bisa mengganggu konsentrasi adalah lelah, ngantuk, sakit, minum-minuman beralkohol, mabuk, menelepon, menonton tv, dan mendengarkan musik dari tape recorder.

Berkendara adalah pekerjaan penuh waktu, haram disambi dengan aktifitas lain yang mengganggu konsentrasi. "Karena itu tak heran jika ada sanksi penjara maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp750.000," kata Edo Rusyanto.

Masalah konsentrasi merupakan aspek yang mempengaruhi faktor manusia ketika memicu kecelakaan di jalan. Sekalipun, dari seluruh aspek di faktor manusia, berkendara tidak tertib masih merupakan pemicu utama. Pada 2013, aspek berkendara tidak tertib menyumbang sekitar 42 persen terhadap total kecelakaan di jalan. Tahun itu, tiap hari rata-rata ada 270-an kasus kecelakaan yang menyebabkan 70-an orang tewas per hari.

"Upaya agar tidak emosional di jalan dan tetap konsisten menerapkan road safety memang susah ternyata," kata Yasep.

Dalam kasus kecelakaan lalu lintas jalan banyak yang dijerat oleh pasal 310, UU 22/2009 tentang LLAJ. Pasal itu mengatur soal kelalain yang menyebabkan kecelakaan di jalan dengan dampak yang ditimbulkannya, mulai dari soal kerusakan barang, korban luka, hingga korban meninggal dunia. Terkait korban meninggal dunia, ancaman sanksinya cukup berat penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

“Tapi banyak orang malas membawa masalah kecelakaan ke ranah hukum karena ribet, padahal kita benar, ujungnya pilih jalan damai,” kata Erik, salah seorang anggota Erci chapter Depok.

Guna menghindari risiko tertabrak atau menabrak yang bisa masuk ke ranah hukum, Erik sepakat untuk berperilaku yang tertib, aman, dan selamat. Hanya saja, dia meminta masukan bagaimana caranya memotivasi diri agar tetap mampu berperilaku yang aman da selamat dan siap untuk dianggap aneh di jalan raya karena mencoba untuk taat pada aturan yang ada.

“Motivasi utama dalam jangka pendek adalah untuk keselamatan diri sendiri dan para pengguna jalan. Pada jangka panjang, kita berharap anak dan cucu kita tidak terjebak dalam petaka di jalan raya,” ujar Edo member saran.

Pertanyaan demi pertanyaan terus bergulir, mulai dari bagaimana menghadapi masalah kecelakaan yang dipicu oleh pengguna kendaraan bermotor yang melawan arus, hingga jalan damai untuk kasus kecelakaan. Kesemua pembahasan bermuara pada satu aspek penting bahwa kesadaran berkendara yang aman dan selamat harus terus digelorakan dan diimplementasikan. Mentaati aturan adalah refleksi atas keadaban manusia di jalan raya. Mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis menjadi sebuah tujuan yang masuk akal. Disinilah pentingnya para pengguna jalan saling peduli dan sudi toleran dengan sesama pengguna jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Sekadar Komunitas Wibu, Wibufest Bantu Penggemar Budaya Jepang Temukan Teman Sehobi

Tak Sekadar Komunitas Wibu, Wibufest Bantu Penggemar Budaya Jepang Temukan Teman Sehobi

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 15:45 WIB

Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin

Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin

Otomotif | Senin, 06 Juli 2026 | 13:23 WIB

Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik

Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif

Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:45 WIB

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:19 WIB

Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia

Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:10 WIB

Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan

Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:17 WIB

Lebih Dari Sekadar Rasa, CommuniTaste 2026 Buktikan Makanan Adalah Media Komunikasi Budaya

Lebih Dari Sekadar Rasa, CommuniTaste 2026 Buktikan Makanan Adalah Media Komunikasi Budaya

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:09 WIB

Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan

Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan

Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 20:47 WIB

Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?

Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 20:15 WIB

Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman

Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 20:11 WIB

Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri

Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 20:01 WIB

4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih

4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 19:35 WIB

Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 19:15 WIB

Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas

Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:55 WIB

Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar

Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:15 WIB

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 18:10 WIB

Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?

Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 17:28 WIB

×