Syahdunya Ramadan di Sudan

Ririn Indriani

Jum'at, 04 Juli 2014 | 12:55 WIB
Syahdunya Ramadan di Sudan
Para siswa berkumpul untuk belajar Alquran setelah sahur di Masjid Sheikh Bashir, Sudan. (Foto: Reuters/Mohamed Nureldin Abdallah)

Suara.com - Menjadi negara terbesar di Afrika dengan budaya kaya yang mencerminkan sebuah asosiasi bagi ratusan suku, Sudan adalah negara besar dalam mikrokosmos.

Kebiasaan dan tradisi yang beragam, serta iklim yang ekstrem, seperti gurun tandus di utara dan hutan hujan yang subur di selatan.

Orang-orang bersatu dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa umum mereka, tetapi masakan mereka adalah campuran dari berbagai latar belakang dan etnis serta negara lain yang mempengaruhi sejarah Sudan.

Ramadan yang ditunggu-tunggu di Sudan dan mulai dipersiapkan dari satu minggu sebelumnya akan menjadi puncaknya saat beberapa hari terakhir sebelum Ramadan dimulai.

Selain doa, kelas agama dan buka puasa terbuka, pekerjaan amal, sedekah dan penggalangan dana adalah hal yang sangat umum dilakukan di bulan Ramadan di Sudan.

Hidup ini benar-benar berubah di negara yang memiliki 30 juta penduduk, di mana Muslim merupakan agama mayoritas.

Tradisi ramah tamah dalam menerima tamu, sangat penting di Sudan, sama seperti di negara-negara Arab lainnya. Namun, hal ini memang lebih menonjol selama bulan Ramadan.

Perhatian dan rasa hormat ditunjukkan untuk tamu di mana pun, dan berbuka puasa bersama masih banyak diminati oleh seluruh orang di Sudan. Orang-orang lebih mulai mengambil makanan mereka disaat matahari terbenam ke luar rumah.

Penduduk laki-laki dari lingkungan atau desa mulai mempersiapkan dekorasi di lokasi untuk mereka berbuka - biasanya di luar rumah, orang tertua atau kepala suku - melakukan buka bersama dan melakukan salat magrib berjamaah.

Jika seseorang di lingkungan tempat mereka tinggal meninggal, tetangga, kerabat dan teman-teman dari keluarga yang ditinggalkan membawa makanan dan mengambil makanan berbuka mereka di mana orang berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa. Belasungkawa biasanya dilakukan selama tiga hari.

Tradisi berbuka di luar secara bersama ini telah mengakar dalam masyarakat Sudan, dan menurut beberapa orangtua, hal tersebut awalnya ditujukan untuk menarik para wisatawan dan tamu lain yang kebetulan sedang lewat saat magrib tiba pada bulan Ramadan.

"Di masa lalu orang bepergian dengan unta dan keledai; ada pedagang kecil yang membawa barang-barang mereka dari satu tempat ke tempat lain, orang lain atau  wisatawan yang mengunjungi keluarga dan kerabat. Ini membantu penduduk desa bersama-sama, " kata Khalifa Al-Faki, salah satu warga.

Sayangnya, tradisi tersebut perlahan-lahan mulai menghilang, khususnya di kota-kota besar.

"Orang-orang telah menjadi lebih individual. Saat ini, semua orang yang tinggal di sebuah villa atau flat berbuka hanya sebatas di rumah mereka. Bahkan jenis makanan yang dimakan saat bulan ramadan, kini tak lagi sama. Hidangan tradisional tergantikan dengan makanan asing," keluh Al-Faki.

Hidangan Khas Ramadan
Saat Ramadan, Sudan memiliki hidangan khusus dan beberapa di antaranya ditemukan di hampir setiap rumah tangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramadan di Negeri Para Mulah (3)

Ramadan di Negeri Para Mulah (3)

Ramadan | Jum'at, 04 Juli 2014 | 15:30 WIB

Masjid Air Tiris yang Selalu Presisi Mengarah Kiblat

Masjid Air Tiris yang Selalu Presisi Mengarah Kiblat

Ramadan | Jum'at, 04 Juli 2014 | 11:38 WIB

Ramadan di Jerman, Tak Beda Dengan Hari-hari Biasa

Ramadan di Jerman, Tak Beda Dengan Hari-hari Biasa

Ramadan | Kamis, 03 Juli 2014 | 21:11 WIB

Ramadan di Negeri Para Mullah (2)

Ramadan di Negeri Para Mullah (2)

Ramadan | Kamis, 03 Juli 2014 | 15:30 WIB

Terkini

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:55 WIB

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×