Suara.com - Biasanya Sharon (51) menggunakan kutang (bra) ukuran 34D, tetapi setelah menjalani hysterectomy enam tahuan lalu payudaranya terus tumbuh membesar. Dan kini Sharon harus mengenakan bra kuran raksasa 40!
Kondisi ini tentu sangat membuat Sharon tak nyaman. Bahkan ia harus menjalani terapi morfin untuk mengurangi rasa sakit di punggung yang disebabkan oleh payudara besarnya.
Ukuran raksasa mereka berarti ia tidak bisa duduk di meja atau bahkan berdiri sendiri karena berat yang harus ditanggungnya. Ini menyebabkan sakit punggung, sakit leher dan serangkaian ruam gatal di bawah payudaranya.
Sementara beberapa wanita bermimpi tentang operasi membesarkan payudara mereka, Sharon justru terus berharap payudaranya akan menyusut. "Mereka tumbuh dan terus berkembang. Kadang-kadang aku merasaka kesakitan yang luar biasa," ujarnya.
Sharon, yang berasal dari West Midlands, mengungkapkan dadanya tumbuh pesat setelah rahimnya diangkat (histerektomi) saat ia mulai menopause di usia 45 tahun. Ini mengakibatkan produksi hormonnya turun secara signifikan, juga menyebabkan dadanya tumbuh.
Untuk bantuan segera datang untuk Sharon, yang kini harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menerapkan salep dan bedak guna mengurangi rasa sakit yang dirasakannya. Ahli bedah plastik Sultan Hassan setuju untuk melaksanakan operasi di Ramsey West Midlands Hospital di Birmingham.
Baru-baru ini Sharon menjalani operasi selama selama empat jam. Dan tim dokter berhasil mengangkat jaringan payudara seberat 6 kilogram. Sharon kini sedang mengikuti fisioterapi untuk menyembuhkan postur tubuhnya yang membungkuk akibat pertumbuhan payudara raksasanya.
Tapi ia senang dengan hasilnya. "Ini membuat saya kembali merasa sebagai seorang perempuan. Sebelumnya memang besar tetapi sangat, tapi sekarang mereka luar biasa," ujarnya.
Sharon tidak menyangka akan kembali mendapatkan tubuhnya kembali, dan kini ia tak sabar untuk kembali mengenakan bikininya. (dailyrecord.co.uk)