Ini Alasan Mengapa Perempuan Saling Membenci

Esti Utami

Selasa, 30 September 2014 | 16:03 WIB
Ini Alasan Mengapa Perempuan Saling Membenci
Ilustrasi perempuan bertengkar (shutterstock)

Suara.com - Sudah menjadi rahasia umum, jika manusia menyimpan sifat kompetitif dalam dirinya. Namun berbeda dengan laki-laki yang cenderung lebih positif dalam mengekspresikan sifat kompetitifnya, perempuan lebih sering menyerang orang lain dan jarang menghadapi dengan cara positif.

Hasilnya? Seperti yang sering dilakukan kaum Hawa, agresif dan bergosip menjadi pilihan. Kaum Hawa bisa mengelola ketidaksukaan dengan banyak cara. Hal tersebut didorong oleh rasa tidak aman dan sikap tak mau kalah.

Itu sebabnya banyak laki-laki yang tidak mengerti mengapa perempuan bisa begitu membenci satu sama lain. Dan sayangnya persaingan itu bukan melulu urusan prestasi, tetapi juga hal-hal lain.

Ada beberapa alasan yang membuat perempuan saling bersaing dan saling membenci satu sama lain. Salah satunya adalah soal penampilan atau kecantikan. Bila seorang laki-laki, pernah memuji seorang perempuan lebih cantik di depan perempuan lain, maka yang lain itu akan merasa terancam.

Beberapa perempuan berpikir bahwa akan ada perempuan lain yang akan 'mencuri' sesuatu darinya, sehingga ia berusaha untuk memoles penampilannya.

Alasan lainnya adalah takut tidak dicintai. Ini bisa dimengerti, perempuan selalu ingin bisa diterima. Bahkan setidakpeduli apapun perempuan, di dasar hatinya ia selalu menginginkan pujian. Bahkan ada  perempuan yang mendesak untuk dicintai dan dikagumi oleh laki-laki yang disukainya.

Kurang percaya diri, juga menjadi alasan seorang perempuan untuk bersaing dengan perempuan lain. Ini bisa disebabkan pengalaman masa kecilnya yang tidak bahagia. Kurangnya rasa percaya diri akan memicu perasan cemburu, kecemasan dan ketidak-nyamanan yang dipicu perasaan tak bisa menerima diri apa adanya.

Untuk bertahan, banyak perempuan yang tergantung pada laki-laki. Selalu ada kompetisi di antara perempuan untuk mendapatkan kencan atau membangun hubungan. Kadang persaingan berjalan sehat, tetapi kadang juga tak sehat.

Yang terakhir adalah terbawa suasana hati yang melankolis. Tekanan hidup dan gaya hidup konsumtif kadang membuat seorang perempuan frustasi. Sebagai pelarian mereka menimpakan masalah ini kepada orang lain dan bukannya fokus untuk mengatasi masalah yang dihadapi. (boldsky.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditanya Soal Gaya Rambut, Kosmonot Perempuan Ini Meradang

Ditanya Soal Gaya Rambut, Kosmonot Perempuan Ini Meradang

Lifestyle | Minggu, 28 September 2014 | 11:29 WIB

Urusan Belanja, Lelaki Ternyata Lebih Baik dari Perempuan

Urusan Belanja, Lelaki Ternyata Lebih Baik dari Perempuan

Lifestyle | Sabtu, 27 September 2014 | 15:30 WIB

Ini Manfaatnya "Me Time" bagi Perempuan

Ini Manfaatnya "Me Time" bagi Perempuan

Lifestyle | Kamis, 25 September 2014 | 15:14 WIB

Demi "Reality Show" Perempuan Ini Mencangkokkan Payudara Ketiga

Demi "Reality Show" Perempuan Ini Mencangkokkan Payudara Ketiga

Lifestyle | Senin, 22 September 2014 | 21:03 WIB

Alasan Perempuan Berbohong Soal Usianya

Alasan Perempuan Berbohong Soal Usianya

Lifestyle | Senin, 22 September 2014 | 08:55 WIB

Terkini

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

×