Cantiknya Batik Alami dari "Flo Natural Dyes"

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 27 November 2014 | 20:03 WIB
Cantiknya Batik Alami dari "Flo Natural Dyes"
Batik alami dari 'Flo Natural Dyes' (suara.com/Dinda Rachmawati)

Kini eranya back to nature. Orang-orang berlomba untuk menggunaka bahan alami dan ramah dengan lingkungan. Tren ini juga ini melanda produksi kain tradisional. Para perajin terus melakukan eksplorasi dan berinovasi, untuk melahirkan kain-kain cantik yang lebih ramah lingkungan.

R. Florentini adalah salah satu yang ikut terseret dalam tren ini, lewat produknya yang dilabeli 'Flo Natural Dyes'. Perempuan yang akrab disapa Flo ini memilih pewarnaan alam untuk seluruh batik yang produksinya.

Didorong keinginan untuk terus melestarikan budaya warisan nenek moyang, serta sebagai ungkapan bentuk kepeduliannya pada kelestarian lingkungan, Flo pun tergerak untuk membuat kain batik dengan menggunakan pewarna alami.

"Waktu itu lagi booming back to nature, akhirnya kita khusus mewarnai di bale batik. Kita buat dan produksi. Itu delapan tahun lalu. Kita bawa ke pameran ternyata animo masyarakat tinggi dan kita jadi pede. Kita coba bikin lebih bikin variatif lagi," kata perempuan berkerudung kepada suara.com di sela pameran Crafina, di Jakarta Convention Center.

Flo menambahkan, pewarna alami dipilih agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan seperti halnya pewarna sintetis. Dan ternyata hasil eksperimen Flo membuat banyak orang jatuh cinta, sehingga usahanya pun berjalan hingga sekarang. Warna-warna alam, seperti biru, hijau, kuning, cokelat, abu-abu hingga krem mendominasi batik yang diproduksi di Yogyakarta ini. Warna-warna itu dihasilkan dari beragam tanaman.

"Semua tanaman sebenarnya bisa. Tapi kadar warna yang keluar tiap daun atau kayu itu berbeda-beda. Biasanya kita pakai daun mangga atau daun jati," jelasnya.

Setiap jenis tanaman, kata Flo, dipakai untuk menghasilkan jenis warna yang berbeda pula. Seperti warna biru memakai daun tom, hijau memakai daun mangga, abu-abu memakai daun rambutan ataupun kuning yang memakai kayu nangka.

"Prosesnya itu kita rebus dahulu tanaman-tanamannya. Biasanya dari 10kilogram daun, nanti setelah direbus, jadi untuk pewarnaannya hanya 1kilogram. Setelah itu baru masuk ke proses pewarnaannya yang bisa 10-15 kali celup. Sedangkan warna biru perlu proses fermentasi dulu," kata Flo.

Proses produksi, kata Flo biasanya dilakukan saat musim kemarau. Karena, jika terlalu dingin, tidak ada matahari, warna yang dihasilkan akan berbeda. Jika ingin menghasilkan warna yang indah, yang paling tepat kata Flo, hanya di angin-anginkan saja.

Flo menjual kain dan busana batik produksinya dengan harga mulai dari Rp300 ribu. Selain pada acara pameran Craftina, 'Flo Natural Dyes' juga bisa didapatkan di Sarinah Thamrin, Sarinah Pejaten dan Pendopo Living World Alam Sutera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:32 WIB

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:48 WIB

Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026

Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:12 WIB

BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:15 WIB

Rahasia Batik Berdarah: Sisi Gelap Kota Pelajar yang Disembunyikan di Balik Kain Tradisional

Rahasia Batik Berdarah: Sisi Gelap Kota Pelajar yang Disembunyikan di Balik Kain Tradisional

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:10 WIB

Dari Hutan Ranjuri, Anto Mengubah Daun Gugur Menjadi Warna untuk Sigi yang Lestari

Dari Hutan Ranjuri, Anto Mengubah Daun Gugur Menjadi Warna untuk Sigi yang Lestari

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:42 WIB

Pesona Desa Wisata Krebet Bantul: Surga Tersembunyi yang Cocok Jadi Destinasi Touring Akhir Pekan

Pesona Desa Wisata Krebet Bantul: Surga Tersembunyi yang Cocok Jadi Destinasi Touring Akhir Pekan

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:15 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:19 WIB

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×