Waspada Arsenik, Pemerintah Diminta Periksa Daging Ayam

Ririn Indriani Suara.Com
Rabu, 28 Januari 2015 | 12:43 WIB
Waspada Arsenik, Pemerintah Diminta Periksa Daging Ayam
Ilustrasi daging ayam broiler.

Suara.com - Di tengah-tengah hangatnya perbincangan seputar isu apel impor asal Amerika Serikat (AS) merk Granny Smith dan Gala yang terkontaminasi bakteri berbahaya yaitu Listeria Monocytogenes, kini muncul lagi kekhawatiran baru yaitu adanya kandungan arsenik pada ayam broiler di AS.

Kekhawatiran inilah muncul, karena berdasarkan penelitian Food and Drug Admininistration (FDA) yang dilansir baru-baru ini terbukti 70 persen ayam mengandung kadar anorganik arsenik yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Kandungan arsenik tersebut berasal dari pakan  yang menggunakan Roxarsone yang dapat memicu penyakit kanker.

Beranjak dari fakta itulah Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) meminta pemerintah untuk memeriksa kandungan daging ayam broiler yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia.

"Tidak tertutup kemungkinan daging ayam broiler yang diproduksi di sini (Indonesia, red) mengandung racun yang sama, karena 75 persen bahan baku pakan masih impor dan sebagian besar dari AS," ungkap Ade M Zulkarnain, Ketua Umum Himpuli, dalam keterangan tertulisnya yang diterima suara.com di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Kendati penelitian FDA dilakukan di AS, lanjut dia, pemerintah Indonesia tetap harus mewaspadai masalah tersebut. Untuk itu, langkah yang harus segera dilakukan adalah memeriksa dan meneliti produksi ayam di negeri ini.

Apalagi, kebutuhan bahan baku pakan selama ini, kata Ade, sekitar 75 persen masih berasal dari luar negeri, khususnya dari AS. Selain itu, growth promotor yang terkandung dalam pakan ternak unggas harus lebih diawasi penggunaannya di pabrik-pabrik pakan ternak unggas.

Lebih lanjut Ade menjelaskan bahwa saat ini, kontribusi daging ayam adalah yang terbesar dari pemenuhan daging nasional, yaitu sekitar 67 persen. "Produksi daging ayam tahun lalu mencapai 2,2 miliar ekor dan untuk tahun ini diprediksikan hampir mencapai 3 miliar ekor," jelasnya.

Dengan besarnya produksi serta konsumsi daging ayam, tambah dia, maka pemerintah harus lebih mewaspadai berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk masalah kandungan arsenik.

"Himpuli sangat prihatin dengan hasil temuan FDA tersebut dan berharap ayam yang diproduksi di Indonesia tidak mengandung racun berbahaya itu. Untuk lebih meyakinkan masyarakat, maka pemerintah mau tidak mau harus terjun langsung dan memeriksa ulang kandungan daging maupun pakan ternak yang beredar," tegas Ade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI