Menguak Makna Kue Ranjang, Kue Khas Tahun Baru Imlek

Selasa, 17 Februari 2015 | 10:37 WIB
Menguak Makna Kue Ranjang, Kue Khas Tahun Baru Imlek
Produksi Kue Keranjang di Yogyakarta. (Antara)

Perayaan tahun baru Imlek tak bisa dilepasakn dengan kue keranjang, atau ada yang menyebutnya dengan kue ranjang. Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula ini di tanah aslinya disebut 'Nian gao, atau dalam dialek Hokkian disebut Ti kwe.

Nama keranjang diambil dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang. Kue yang memiliki tekstur yang kenyal dan lengket ini merupakan salah satu kue wajib perayaan tahun baru Imlek.

Kue keranjang biasa dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ranjang tidak dimakan sampai perayaan Cap Go Meh yang biasa digelar malam ke-15 setelah tahun baru Imlek.

Dalam kepercayaan rakyat Cina, awalnya kue ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku atau Cau Kun Kong agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga.
Sementara bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Di Indonesia, kue ranjang diproduksi di banyak kota, termasuk Tangerang, Bogor, Sukabumi dan Yogyakarta. Kue ini biasanya hanya dibuat setahun sekali pada masa menjelang tahun baru Imlek. Di Jawa Timur disebut sebagai kue keranjang sebab dicetak dalam sebuah "keranjang" bolong kecil, sedangkan di beberapa daerah di Jawa Barat ada yang menyebutnya Dodol Cina untuk menunjukkan asal kue tersebut yaitu Cina.

Suara.com - Arti di balik kue keranjang

Sedangkan dalam dialek Hokkian, ti kwe berarti kue manis, yang menyebabkan orang-orang tidak sulit menebak kalau kue ini rasanya manis. Menjadi kebiasaan di Cina, saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar selalu beruntung sepanjang tahun yang akan datang.

Kata Nian berarti tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi. Kue ranjang sering disusun ke atas, yang melambangkan harapan akan meningkatnya  kemakmuran. Di masa lalu,  tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.

Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras seperti batu dan awet. Sebelum menjadi keras kue tersebut dapat disajikan langsung, akan tetapi setelah keras dapat diolah dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam dan disajikan hangat-hangat.  Dapat pula dijadikan bubur dengan dikukus kemudian ditambahkan bumbu-bumbu kesukaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI