Kemarau, Hotel di Bandung Diminta Irit Air

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 08:11 WIB
Kemarau, Hotel di Bandung Diminta Irit Air
Ilustrasi pemukiman di Bandung. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kota Bandung mengimbau pengusaha hotel dan bisnis penginapan sejenis untuk mengelola air dengan bijak. Ini mengingat kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah.

Kebutuhan air hotel-hotel di Kota Bandung cukup tinggi. Ini dikatakan Kepala Divisi Rehabilitasi Lingkungan pada Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung Ayu Sukenjah.

"Pada musim kemarau ini diimbau agar mereka melakukan strategi yang bijak dalam mengelola air," kata Ayu di Bandung, Sabtu (29/8/2015).

Bila rata-rata satu hotel memiliki 400 kamar dan 70 persennya terisi, maka jumlah itu bisa dikali dengan kebutuhan air manusia per hari yang bisa menghabiskan 20 liter. Hanya saja kemunculan banyak hotel akan meningkatkan perekomian Bandung. Tapi di sisi lain menjadi ancaman ketersediaan sumber daya air.

Sumber perolehan air utama untuk Kota Bandung didapat dari air tanah (PDAM), air sungai dan mata air. Namun, ketersediaan ini terancam tidak lagi seimbang bila pihak-pihak tertentu tidak mendayagunakan air secara bijak.

"Mata air juga kita beli dari Lembang. Pengusaha hotel dan penginapan sejenis harus ditekan untuk bisa menyediakan sumber air melalui teknologi water recycling (daur ulang air), minimal untuk keperluan siram toilet dan penyiraman kebun sehingga tidak terlalu banyak pakai air PDAM," kata dia.

Hingga saat ini jumlah usaha hotel dan penginapan di Kota Bandung telah menembus lebih dari 300 unit. Bila PDAM tidak sanggup memenuhi pasokan kebutuhan air untuk hotel dan usaha sejenis, maka pihak pengelola wajib menyediakan tangki tanam untuk menampung kebutuhan air masing-masing.

"Bila memakai air tanah, meskipun bisnis skala kecil harus mengajukan izin ke BPPT melalui rekomendasi BPLH. Namun, kami juga membatasi wilayah-wilayah yang sudah tidak diizinkan diambil air tanahnya seperti di Cihampelas," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonom: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Diperlukan

Ekonom: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Diperlukan

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 20:55 WIB

Cina Yakin Menang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Cina Yakin Menang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:33 WIB

Pesawat Cardig Air Tergelincir di Bandara Wamena

Pesawat Cardig Air Tergelincir di Bandara Wamena

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 16:12 WIB

Begini Cara Membuat Air Kran Aman Diminum

Begini Cara Membuat Air Kran Aman Diminum

Health | Kamis, 27 Agustus 2015 | 07:01 WIB

Jangan Gunakan Botol Kemasan Air Minum Lebih dari Dua Kali

Jangan Gunakan Botol Kemasan Air Minum Lebih dari Dua Kali

Health | Rabu, 26 Agustus 2015 | 15:47 WIB

Rizal Ramli Tak Takut Ada Beking di Proyek Kereta Cepat

Rizal Ramli Tak Takut Ada Beking di Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:55 WIB

Bahas Kereta Cepat, Rizal Ramli Bertemu Utusan PM Jepang

Bahas Kereta Cepat, Rizal Ramli Bertemu Utusan PM Jepang

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:15 WIB

Jenazah Co-pilot Pesawat Trigana Berhasil Diidentifikasi

Jenazah Co-pilot Pesawat Trigana Berhasil Diidentifikasi

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 13:13 WIB

Hati-hati, Minum Air Lemon Hangat Bisa Merusak Gigi

Hati-hati, Minum Air Lemon Hangat Bisa Merusak Gigi

Health | Selasa, 25 Agustus 2015 | 08:00 WIB

39 Jenazah Korban Trigana Air Belum Berhasil Diidentifikasi

39 Jenazah Korban Trigana Air Belum Berhasil Diidentifikasi

News | Senin, 24 Agustus 2015 | 14:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×