Daripada Jalan Sendirian Mending Jalan Bareng Komunitas Ini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 24 Oktober 2015 | 14:10 WIB
Daripada Jalan Sendirian Mending Jalan Bareng Komunitas Ini
Komunitas Jalan Bareng Indonesia. (Foto: Dok. JB Indonesia)

Suara.com - Melepas penat salah satunya bisa dilakukan dengan menjelajahi tempat-tempat wisata. Tentunya perjalanan akan lebih seru jika dilakukan bersama dengan teman-teman atau keluarga.

Namun tak jarang perbedaan minat dan selera berwisata di antara teman-teman dekat kerap menjadi halangan untuk berwisata. Nah, kini kamu tak perlu khawatir karena banyak sekali komunitas yang didirikan berdasarkan kesamaan hobi dan minat.

Khusus bagi kamu yang suka jalan-jalan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas Jalan Bareng Indonesia atau biasa disingkat JB. Komunitas yang berdiri sejak Desember 2013 ini mewadahi keinginan orang yang hobi traveling, tapi tak mau melakukannya sendirian.

Eits, tapi jangan salah mengira lho. JB Indonesia bukanlah jasa agen travel atau yang biasa menyediakan paket 'open trip'. Di sini, orang-orang yang memiliki keinginan mengunjungi tempat wisata tertentu akan bertemu dan merencanakan perjalanan mereka sendiri, mulai dari itinerary, biaya sampai perlengkapannya.

"Misal pengen ke Bromo nih terus kita share di grup JB siapa aja yang mau ikut. Lalu kita bikin grup tim Bromo. Dari jadwal, perlengkapan, budget disusun bareng-bareng. Bahkan ada ketua, bendahara, dan bagian perlengkapannya juga. Intinya dari kita untuk kita," ungkap Windi perwakilan dari Komunitas Jalan Bareng kepada Suara.com belum lama ini.

Traveling bersama Komunitas Jalan Bareng Indonesia tak hanya seru, tapi kamu juga bisa dapat budget yang lebih murah. (Foto: Dok. JB Indonesia)

Dari mulanya tidak kenal, setelah bergabung dan melakukan perjalanan bersama JB, sesama anggotanya menjadi lebih akrab meski berasal dari latar belakang dan pekerjaan yang berbeda. Bahkan, melalui trip yang disusun bareng-bareng, budget yang dikeluarkan bisa ditekan serendah mungkin.

Windi mencontohkan, untuk perjalanan mendaki Gunung Rinjani selama 10 hari, pesertanya hanya mengeluarkan biaya tak sampai Rp1 juta. Padahal jika menggunakan jasa agen travel atau paket 'open trip' seseorang bisa mengeluarkan biaya hingga Rp1.5 juta.

"Kalau jasa agen travel kan memang mereka mencari laba. Di komunitas ini intinya adalah mewujudkan perjalanan bareng-bareng dengan budget yang murah," imbuhnya.

Komunitas yang kini beranggotakan 94 orang ini menggunakan layanan aplikasi Whatsapp untuk saling berkomunikasi. Tak hanya fokus untuk jalan-jalan, JB juga memiliki beberapa program lain seperti Kelas Berbagi, Socio Traveling, dan JB Preneur.

Dalam program 'sharing session', para anggota yang sudah melancong ke sebuah objek wisata nantinya akan membagikan pengalamannya kepada anggota lainnya. Dengan 'sharing session' seperti ini diharapkan anggota lain yang memiliki rencana mengunjungi objek wisata tersebut sudah memiliki bayangan untuk mempersiapkannya.

"Misalnya teman-teman yang traveling ke Bromo berbagi cerita sama temen-temen yang nggak ikut supaya bisa lebih tahu Bromo seperti apa dan kendala apa yang dihadapi. Jadi ketika ada rencana perjalananan Bromo jilid 2 perjalanannya lebih lancar dan minim kendala," sambung Windi.

Komunitas Jalan Bareng Indonesia kini anggotanya mencapai 94 orang. (Foto: Dok. JB Indonesia)

Selain itu, para anggota komunitas ini juga memiliki program untuk mengajak anak-anak jalanan atau kaum marjinal untuk berlibur ke suatu objek wisata. Belum lama ini, JB mengajak sekitar 30 anak jalanan untuk berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah.

"Kita juga memfasilitasi teman-teman yang punya usaha di bidang perlengkapan traveling. Kalau wisata outdoor atau ke gunung kita tentu butuh perlengkapan yang matang. Nah teman-teman yang punya usaha bisa membantu menyediakannya dengan harga yang terjangkau," lanjut Windi.

Tempat-tempat tujuan yang sudah disinggahi komunitas ini tentu sudah tak bisa dihitung dengan jari. Mulai dari naik gunung, berlibur ke pulau, wisata alam, atau sekadar kumpul-kumpul dan kulineran bareng.

Menariknya lagi, beberapa anggota mendapatkan jodohnya di komunitas ini. Bagaimana, apa kamu tertarik bergabung dengan komunitas ini? Tak ada persyaratan untuk bergabung, kamu hanya perlu memfollow akun twitter mereka di @jalanbbarengID dan hubungi contact person yang tertera untuk dimasukkan dalam grup JB.

Jadi, daripada jalan sendirian mending kita jalan bareng, yuk!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mencipta Robot, Itulah Hobi Anak Muda Ini

Mencipta Robot, Itulah Hobi Anak Muda Ini

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 11:44 WIB

Paranormal-paranormal Cantik Ini Suka dengan Gaya Ahok

Paranormal-paranormal Cantik Ini Suka dengan Gaya Ahok

News | Senin, 28 September 2015 | 18:52 WIB

Terkini

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:11 WIB

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:10 WIB

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:00 WIB

×