Baraka Nusantara, Membangun Indonesia Lewat Kopi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 02 Januari 2016 | 12:51 WIB
Baraka Nusantara, Membangun Indonesia Lewat Kopi
Maryam dan Reman bersama Wiliam Wongso dalam Charity Event yang digelar ABCD Coffee. (Foto: Dok. Pribadi)

Suara.com - Dua anak muda berani banting setir dari profesi mapan yang dimilikinya. Mereka mengembara di pelosok Indonesia  untuk melakukan perubahan kecil nyata  melalui komunitas Baraka Nusantara yang diprakarsainya.

Ya, Siti Maryam Rodja rela meninggalkan profesinya sebagai peneliti hukum demi meningkatkan kesejahteraan petani kopi di desa Sembalun, Lombok. Sahabatnya, Reman Murandi pun tak kalah nekat dalam mengakhiri pekerjaannya di salah satu perusaahan pertambangan di Queensland, Australia.

Kemapanan dan menetap di luar kampung halaman justru membuat mereka berpikir mengapa Indonesia dengan segala potensinya tak bisa lebih baik dari negara lain.

Anggota Komunitas Baraka Nusantara bersama beberapa petani di Desa Sembalun, Lombok. (Foto: Dok. Pribadi)

Maryam yang memang memiliki pengalaman  dalam mendampingi petani akhirnya terlintas ide untuk mengangkat kesejahteraan petani kopi di kaki gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut risetnya, ia menyimpulkan bahwa kopi merupakan komoditas kedua terbesar di Indonesia.

Sayangnya sebagai pecinta kopi, mereka pun tak paham betul berapa banyak jenis kopi yang dihasilkan di Indonesia. Lombok, sebagai pulau dengan  tanah vulkanik yang terkenal subur untuk ditumbuhi kopi, tak terdengar gaungnya.

"Awalnya dari pembicaraan kita berdua tentang kopi. Kita tahunya kopi itu arabika dan robusta, tapi kenapa Lombok yang bertetangga dengan Bali dan Flores tidak pernah terdengar mengenai jenis kopi yang dihasilkan, dari sini kita terpikir untuk riset lebih jauh tentang kopi lombok," ujar Maryam mengawali cerita.

Bak gayung bersambut, dalam perjalanan mengeksplorasi Lombok, Maryam dan Reman bertemu dengan dua petani yakni Pak Wathan dan Edison yang sangat mendukung niatan mereka. Mereka pun bersemangat untuk mendirikan komunitas Baraka Nusantara, yang berarti Berkah Nusantara.

"Jadi melalui komunitas ini kita ingin kembali menghidupkan potensi kopi yang selama ini mati suri di Lombok. Jika pertanian kopi ini kembali menggeliat maka yang merasakan dampaknya juga masyarakat di Desa Sembalun," imbuh Maryam.

Program yang dijalankan Baraka Nusantara pun menuai hasilnya. Sejak tertuang sebagai ide pada Mei 2013, kopi yang dipanen oleh petani sembalun kini sudah dikenal dengan nama Kopi Pahlawan.

Kopi Pahlawan adalah kopi yang dipanen oleh para petani di Desa Sembalun. (Foto: dok. Pribadi)

Kopi dari panen perdana ini bahkan telah mendapat acungan jempol dari para penikmat kopi pada berbagai pameran kopi.

"Jadi kopi Pahlawan ini awalnya diperkenalkan pada charity event yang diselenggarakan ABCD Coffee Pasar Santa. Dan ternyata tanggapan dari pengunjung dan penikmat kopi sangat positif sekali," ujarnya bersemangat.

Tak hanya mendampingi petani kopi, komunitas yang terdiri dari pecinta kopi dan mereka yang peduli terhadap permasalahan sosial ini juga memiliki program lain yakni dengan mendirikan Rumah Belajar Sankabira.

Maryam menggambarkan potret miris dari sebuah sekolah yang berlokasi di kecamatan Sembalun, Lombok. Bahkan mungkin tak layak menyandang gelar sekolah.

Tidak ada fasilitas memadai sebagai sarana belajar mengajar, hingga penerapan kurikulum yang masih jauh dibawah mereka yang tinggal di kawasan perkotaan.

"Bayangkan saja, ruang kelas mereka masih berdinding anyaman bambu, nggak ada kursi apalagi meja. Bahkan buku-buku yang dipakai masih dari lungsuran tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Berkumpul bersama anggota Komunitas Baraka Nusantara di suatu acara. (Foto: Dok. Pribadi)

Untuk itulah melalui armada Baraka Nusantara yang didirikannya, Maryam dan Reman pun menjaring teman-temannya  demi membangun pusat ilmu pengetahuan yang layak di desa Sembalun.

"Jadi keuntungan dari kopi Pahlawan juga kita bagi untuk biaya pembangunan Rumah Belajar ini. Penggalangan dana dari teman-teman komunitas juga kita tampung. Intinya kami saling tolong menolong seperti arti dari Sankabira itu sendiri," imbuhnya.

Salah satu anak muda yang turut terlibat dalam program Baraka Nusantara adalah Nino Prabowo. Penyanyi besutan Indonesian Idol 2005 ini aktif terlibat dalam kegiatan yang dimotori Komunitas Baraka Nusantara.

"Gue suka banget sama energi mereka. Dari apa yang mereka lakukan di Komunitas ini gue percaya bahwa uang itu memang penting, tapi lebih penting lagi bisa membuat sesuatu yang berguna buat banyak orang. Feel-nya jelas beda," ujar lelaki dengan nama lengkap Wisnu Yoga Prabowo ini.

Hingga kini anggota komunitas ini telah berjumlah ratusan orang. Biasanya mereka berkumpul pada berbagai pameran kopi yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya.

Ke depan, Maryam berharap, ia bisa membuat perubahan nyata di pelosok Indonesia lainnya melalui bahtera Baraka Nusantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Sini Tempat Ngumpulnya Pecinta Vespa dan Kopi

Di Sini Tempat Ngumpulnya Pecinta Vespa dan Kopi

Lifestyle | Sabtu, 26 Desember 2015 | 14:20 WIB

Anak Sabang Merauke, Merantau Untuk Kembali

Anak Sabang Merauke, Merantau Untuk Kembali

Lifestyle | Sabtu, 19 Desember 2015 | 16:15 WIB

Kenali Wakilmu di DPR Bersama Komunitas @wikiDPR

Kenali Wakilmu di DPR Bersama Komunitas @wikiDPR

Lifestyle | Sabtu, 05 Desember 2015 | 14:14 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×