Turis Eropa memiliki keinginan khusus soal paket wisatanya, yaitu harus ada pegunungan, lautan/pantai, bernilai sejarah, dan seni budaya. Adapun paket Borobudur, Dieng, Sangiran (3 DPN) bisa dimasukkan dalam paket, namun Karimunjawa ditunda karena kondisi ombak yang belum menentu.
Paket Joglosemar Diminati Warga Singapura dan Malaysia
Berdasarkan hasil rapat ASITA Jateng dan DIY beberapa waktu lalu, wisman Joglosemar didominasi oleh warga Singapura dan Malaysia. Kedua lembaga ini akan melakukan penguatan di kedua originasi tersebut, dengan membuat paket paket yang lebih menarik, tematik, dan bersifat petualangan. Paket baru akan diberlakukan pada pasar baru, yaitu Thailand dan Vietnam.
Pada kesempatan lain, Arief mengingatkan agar ASITA dan semua industri pariwisata di Joglosemar segera bermetamorfosa menjadi go digital. Kemenpar sudah memiliki Digital Market Place, Indonesia Travel Xchange (ITX), semacam mal bagi para industri pariwisata, yang bisa digunakan.
Menurut Arief, more digital more personal, more digital more global, more digital more professional.
"Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi digital, pasti akan tertinggal dan tidak bisa berkompetisi di level global. Bagaimana tidak? Sebanyak 70 persen warga dunia searching kawasan wisata secara online dan ITX sudah mencakup look-book-pay ke dalam satu platform," kata laki-laki yang mantan Dirut PT Telkom itu.