Astaga, Jumlah Paedofil Meningkat Gara-gara Boneka Seks

Chaerunnisa

Selasa, 01 Agustus 2017 | 19:40 WIB
Astaga, Jumlah Paedofil Meningkat Gara-gara Boneka Seks
Lelaki Jepang bersama boneka seks (AFP)

Suara.com - Fenomena "boneka seks" berbentuk anak-anak dengan sasaran pembeli orang dewasa kini tengah menjadi sorotan. Bahkan, pihak kepolisian Inggris mengidentifikasi lonjakan puluhan paedofil terjadi karena permintaan boneka seks anak-anak. 

Banyak pihak merasa diuntungkan, dan menyayangkan kehadiran boneka seks di bawah umur yang kini merebak di internet. Mereka yang tergolong sebagai paedofil merasa terhibur dan beruntung, karena ada pihak yang masih memperhatikan keberadaan mereka.

Di sisi lain, mereka yang tidak setuju mengatakan bahwa boneka ini justru akan menguntungkan orang-orang yang punya kelainan seksualitas. Sehingga, bisa mengancam anak-anak dan masyarakat lain yang emang menentang perilaku dan kelainan mereka.

Boneka seks dengan berat sekitar 25 kg dan dibanderol dengan harga ribuan poundsterling, adalah "fenomena yang relatif baru" di Inggris. Badan Kejahatan Nasional (NCA) memaparkan, boneka-boneka tersebut diimpor ke Inggris setelah dibeli dari pedagang di situs ecommerce termasuk eBay, namun tidak ilegal memilikinya.

Hazel Stewart, manajer operasi Komando Eksploitasi Anak dan Komando Anak NCA (CEOP) menuturkan, boneka yang umumnya diproduksi di Cina dan Hong Kong, harus dikriminalisasi.

"Saya pikir boneka seks itu harus dikriminalisasi, mulai dari produsen hingga penjual, baik untuk diimpor, atau untuk dimiliki. Dan kita perlu memastikan bahwa itu terbukti di masa depan merupakan pengenalan sexbots, robot seks," ungkap Stewart.

Lebih lanjut, dia mengatakan, boneka seks itu merupakan pendahulu robot seks anak yang lebih canggih. Kehadiran mereka sangat mengganggu dalam lingkungan dan keamanan masyarakat.

"Mereka adalah anak yang berusia tujuh tahun, mereka bukanlah boneka tradisional. (Mereka) sangat, sangat berbeda - sangat, sangat akurat secara anatomis," imbuhnya.

Petugas Perbatasan telah menyita 123 boneka dalam waktu kurang dari setahun sejak Maret 2016 dan sejauh ini tujuh orang telah dikenai biaya untuk mengimpor mereka, termasuk satu orang yang dipenjara bulan lalu.

Angka-angka tersebut terungkap saat hakim di Canterbury Crown Court menolak usaha mantan pengacara sekolah dasar, David Turner, yang membantah bahwa boneka yang diimpornya tidak cabul.

Turner (72), mengaku bersalah karena mengimpor boneka seks anak setelah ditangkap sebagai bagian dari Operasi Shiraz. Dari ketujuh pria yang dituduh mengimpor boneka itu, enam di antaranya menghadapi tuduhan pornografi anak-anak.

Dan Scully, wakil direktur operasi intelijen di Angkatan Bersenjata, mengatakan bahwa ini menunjukkan mereka yang memerintahkan model tersebut sering mengalami penyimpangan seks.

"Dengan mengidentifikasi impor ini, bekerja sama dengan mitra, apa yang telah kami identifikasi adalah keseluruhan kumpulan orang yang memiliki minat dalam aktivitas seksual dengan anak-anak yang sama sekali tidak diketahui," jelasnya.

NCA, CEOP and Border Force meluncurkan penyelidikan bersama, Operation Shiraz, pada bulan Maret tahun lalu dan meminta seorang dokter anak untuk memeriksa beberapa model yang disita untuk mengkonfirmasi keyakinan mereka bahwa boneka itu mirip anak dalam penampilan dan anatomi.

Sementara itu, agen NCA tidak percaya model serupa sedang diproduksi di Inggris, Ms Stewart mengatakan ada kekhawatiran mengenai kesenjangan dalam undang-undang karena tidak ilegal memiliki boneka seks anak.

Boneka-boneka itu, dengan tatapan mata kaca yang mengerikan, bulu mata palsu dan jari tangan dan kaki yang dapat dibengkokkan, sering dikemas dengan aksesori termasuk pilihan wig, perangkat USB untuk menghangatkan kulit silikon mereka, dan dilengkapi alat pembersih.

Orang-orang yang mengimpor boneka seks anak-anak sering membeli pakaian untuk mendandani mereka, termasuk memakaikan thong, daster dan stoking warna pink.

Andrew Dobson, (49), dari Merrivale Road, Wistaston di Crewe, dipenjara di Chester Crown Court pada bulan Juni selama dua tahun dan delapan bulan karena mengimpor boneka seks anak-anak di Inggris.

Saat dalam persidangan di Canterbury Crown Court dalam kasus Turner, di Hollicondane Road, Ramsgate, digambarkan sebagai penetapan preseden "penting" bagaimana tersangka dapat diadili.

Hakim Simon James mengatakan, impor boneka seks anak-anak merupakan "pelanggaran yang tidak biasa" dan bahwa permintaan akan boneka seks "meningkat". (Mirror)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilema Moral dan Hukum Robot Seks

Dilema Moral dan Hukum Robot Seks

Lifestyle | Rabu, 12 Juli 2017 | 19:33 WIB

Wow! Robot Seks Ini Disewakan Rp 15 Juta Sejam, Mau?

Wow! Robot Seks Ini Disewakan Rp 15 Juta Sejam, Mau?

Lifestyle | Selasa, 11 Juli 2017 | 20:22 WIB

Lihat! Intimnya Lelaki Ini "Menikah" dengan Boneka Seks

Lihat! Intimnya Lelaki Ini "Menikah" dengan Boneka Seks

Lifestyle | Jum'at, 30 Juni 2017 | 19:40 WIB

Sang Ayah Beri Boneka Seks sebagai Kado Ultah Putranya

Sang Ayah Beri Boneka Seks sebagai Kado Ultah Putranya

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 15:45 WIB

Usir Kesepian, Lelaki Ini Hidup dengan 7 Boneka Seks

Usir Kesepian, Lelaki Ini Hidup dengan 7 Boneka Seks

Lifestyle | Kamis, 09 Februari 2017 | 09:22 WIB

Empat Keuntungan Bercinta dengan Boneka Seks

Empat Keuntungan Bercinta dengan Boneka Seks

Lifestyle | Selasa, 20 Desember 2016 | 20:31 WIB

Robot Seks dengan Tubuh Sehangat Manusia Dirilis Tahun Depan

Robot Seks dengan Tubuh Sehangat Manusia Dirilis Tahun Depan

Tekno | Senin, 31 Oktober 2016 | 19:32 WIB

Terkini

Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?

Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030

Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran

Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya

18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:29 WIB

XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!

XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:24 WIB

7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak

7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan

Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:19 WIB

Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026

Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun

Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor

Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:09 WIB

×