Berkemah di Rumah Pohon Mewah, Yuk Kunjungi Tempat Satu Ini

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Kamis, 28 September 2017 | 16:02 WIB
Berkemah di Rumah Pohon Mewah, Yuk Kunjungi Tempat Satu Ini
Rumah pohon Piggledy. [Metro]

Suara.com - Rumah pohon selalu menarik siapapun untuk menyambanginya. Ya, meski di dalam sama cukup sempit atau panas, rumah pohon merupakan salah satu tempat spesial, apalagi jika terdapat beberapa fasilitas di dalamnya, seperti tv atau sofa yang nyaman untuk membaca buku.

Nah, bagi Anda pecinta rumah pohon dan suka menyendiri di dalamnya, rumah pohon bernama Piggledy wajib Anda kunjungi. Tidak seperti rumah pohon pada umumnya, Piggledy hadir dengan segala kemewahannya.

Rumah pohon yang diciptakan oleh Eva dan Tim Johnson, merupakan tempat berkemah atau yang saat ini dikenal sebagai glamping (glamour camping) yang mewah.

Eva dan Tim menghabiskan lebih dari tiga tahun untuk membangun rumah pohon ini dan menghabiskan biaya hingga 200.000 poundsterling atau sekitar Rp3 miliar untuk menyusun rumah pohon Piggledy. Rumah pohon ini memiliki empat kamar tidur, dapur yang lengkap dan balkon.

Proyek ini bukan yang pertama bagi mereka. Sebelumnya, keduanya juga pernah mengubah helikopter dan bus London tua menjadi rumah mini untuk menginap. Tapi Tim selalu bermimpi bisa membangun rumah pohon.

Dia akhirnya melakukan sebagian besar pekerjaan tersebut sendirian untuk memenuhi mimpi itu, membuat rumah pohon dari pohon elm yang ditebang di Eastbourne dan diproses di sebuah ladang penggergajian di dekat Heathfield.

Tim tidak membuatnya dengan potongan kayu yang ditata secara serampangan. Rumah pohon ini memiliki interior mewah, dilapisi dengan papan perancah bekas pakai dan dapurnya memiliki kompor, microwave serta pemanggang roti yang lengkap bagi para tamu, untuk digunakan saat mereka menginap.

Rumah pohon Piggledy. [Metro]

Seperti yang sudah disebutkan, ada balkon di mana Anda bisa melihat hutan sekitarnya.

baca juga

"Tim selalu memiliki impian masa kecil membangun rumah pohon. Tim melakukan semuanya sendiri pada yang pertama, tapi kami mendapat bantuan dari pengrajin lokal. Mulai dari meletakkan fondasi awal, butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya," kata Eva.

Saat ini, mereka sudah kewalahan dengan permintaan menginap para tamu. Rumah pohon terbuka bagi para tamu dengan biaya 175 poundsterling atau kisaran Rp3 juta per malam. Selain cocok untuk akhir pekan yang romantis, Eva dan Tim juga ingin mempromosikan rumah pohon itu sebagai tempat untuk keluarga, karena seperti yang kita ketahui, rumah pohon ini memang sangat menarik untuk anak-anak. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Rumah Pohon Ini Wajib Dikunjungi, Anda Tak Menyangka Isinya!

6 Rumah Pohon Ini Wajib Dikunjungi, Anda Tak Menyangka Isinya!

Lifestyle | Selasa, 23 Mei 2017 | 14:05 WIB

Kebakaran Hutan di Seram Musnahkan Rumah Pohon Milik Adat

Kebakaran Hutan di Seram Musnahkan Rumah Pohon Milik Adat

News | Sabtu, 17 Oktober 2015 | 13:21 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×