Array

Selain Tempat Baca Buku, Perpustakaan Kini Ubah Sosial Ekonomi

Senin, 06 November 2017 | 18:56 WIB
Selain Tempat Baca Buku, Perpustakaan Kini Ubah Sosial Ekonomi
Perpustakaan kini bisa mengubah sosial ekonomi bangsa (Suara.com/Risna)

Suara.com - Ketika literasi masyarakat Indonesia yang rendah menjadi sorotan, fungsi perpustakaan sebagai sarana edukasi masyarakat menjadi terdakwanya. Padahal, masalah rendahnya literasi lebih besar daripada sekadar budaya membaca.

"Padahal literasi itu merupakan kemampuan suatu bangsa, lulusan perguruan tinggi yang menghasilkan tulisan penelitian, menghasilkan barang dan jasa," kata Kepala Perpustakaan Republik Indonesia, Muh Syarif Bando, dalam acara #SeribuCeritaPerpuSeru di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Meski begitu, Syarif mengaku perpustakaan juga memiliki peran strategis seperti mendukung pendidikan hingga pemberdayaan kemajuan sosial dan ekonomi. Karena itu, bermitra dengan Coca-Cola Foundation Indonesia dan Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, program PerpuSeru dibuat untuk kemudian fokus pada transformasi perpustakaan sebagai pusat belajar dan kegiatan masyarakat yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK.

"Kita beruntung bekerjasama dengan PerpusSeru karena dengan ini banyak sekali orang-orang di kampus yang sudah duduk di tempat penting, baru bisa percaya bahwa kampus bisa membuka lapangan kerja. Program ini mendukung pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan menaikkan income per kapita masyarakat," ungkap Syarif lagi.

Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia, Titie Sadarini, menjelaskan paradigma perpustakaan sebagai tempat yang membosankan harus segera dihilangkan. Karena pandangan tersebut dapat membuat sekat, dan menghambat informasi yang bisa diterima masyarakat.

"Kehebatan perpustakaan adalah alternatif yang terbuka untuk siapa saja, tidak ada pengecualian. Semua bisa masuk memanfaatkan fasilitas dengan layanan gratis karena semua dibiayai oleh pemerintah," imbuh Titie.

Salah satu masyarakat yang mendapatkan manfaat dari keberadaan perpustakaan, khususnya program PerpuSeru, adalah Ni Wayan Srimentik dari Tianyar Barat, Bali.

"PerpuSeru turut mengubah hidup saya. Oktober 2016, pertama kali datang di PerpuSeru dan memperoleh inspirasi membuat dupa herbal. Tantangan yang saya hadapi adalah memasarkan dupa itu. Berkat advokasi dan dukungan PerpusSeru, kini dupa herbal 'Munti Gunung' telah direkomendasikan oleh Bupati untuk menggunakan dupa herbal di seluruh instansi kabupaten Karangasem Bali," tutup Wayan dalam kesempatan sama.

Baca Juga: Keren! Perpustakaan Tertinggi Dunia Ada di Indonesia, Ini Isinya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI