Selandia Baru Kenalkan Cita Rasa Makanan di Taste New Zealand

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 15:55 WIB
Selandia Baru Kenalkan Cita Rasa Makanan di Taste New Zealand
Taste New Zealand menawarkan produk buah, cokelat susu sapi dan madu asal Selandia Baru. (doc)

Suara.com - Alam Selandia Baru memang kaya akan buah dan hewani, jadi tidak heran beragam perusahaan makanan di sana menawarkan Taste New Zealand, berupa produk buah, cokelat susu sapi dan madu, Jumat (5/10/2018) di Hotel Dharmawangsa,Jakarta.

Diana Permana, Komisioner Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, menyambut baik komitmen perusahaan makanan Selandia Baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin berkembang.

“Konsumen saat ini menuntut lebih dalam hal kualitas, keamanan, dan yang paling penting adalah rasa," katanya.

John Smart, Sales and Marketing Manager, Airborne Honey menuturkan komitmen perusahaan dalam menyediakan fitur traceability (akses informasi melalui Internet di mana konsumen dapat mengetahui lokasi peternakan lebah di mana madu tersebut dipanen) melalui program TraceMe. Airborne Honey adalah perusahaan pertama di industri yang menerapkan program ini.

“Konsumen tidak hanya menginginkan informasi terkait makanan mereka, namun mereka juga ingin memastikan bahwa makanan tersebut dapat dipercaya hingga ke asal bahan mentah. Mulai dari persentase serbuk sari dan kandungan gula alami hingga informasi tentang lokasi sarang lebah di mana madu tersebut dipanen dipublikasi secara uptodate,” katanya.

Kemajuan teknologi pangan Selandia Baru juga memungkinkan produsen makanan untuk mengembangkan cara penelitian, pemanenan, dan pengangkutan pangan, yang akan menghasilkan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar, serta makanan yang lebih bergizi untuk konsumen akhir.

Zespri, pemasar buah kiwi terbesar di dunia dari New Zealand juga menyampaikan telah mengembangkan sistem pasokan dengan Sistem Zespri, yang memastikan bahwa semua produk dikembangkan menggunakan teknik pengelolaan kebun terbaik

Selain inovasi-inovasi tersebut, produk-produk Selandia Baru juga memenuhi kualitas rasa.

Pemenang Masterchef Indonesia musim ketiga, Chef William Gozali, juga mengadakan demo masak dengan menggunakan produk-produk dari Selandia Baru pada acara Taste New Zealand tersebut.

Ia juga banyak memilih menggunakan produk-produk Selandia Baru dalam masakannya, William menjelaskan, bahan-bahan berkualitas sangatlah penting dalam masakannya.

baca juga

"Tanpa bahan-bahan tersebut, hidangan akan menjadi tidak sempurna. Saya sangat bersemangat menunjukkan kualitas produk-produk Selandia Baru dalam acara Taste NZ ini.”

Tahun 2018 menandai perayaan hubungan diplomatik antara Selandia Baru dan Indonesia ke-60.

Taste New Zealand adalah salah satu dari tiga acara besar yang diselenggarakan oleh NZTE di Jakarta untuk mengenalkan produk makanan khas Selandia Baru yang kaya akan alam tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Ini  Minta Kompensasi Karena Ada Pembalut di Makanannya

Perempuan Ini Minta Kompensasi Karena Ada Pembalut di Makanannya

Lifestyle | Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:03 WIB

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:45 WIB

Jari Lucifer, Kerang Langka nan Mahal yang Hidup di Laut Lepas

Jari Lucifer, Kerang Langka nan Mahal yang Hidup di Laut Lepas

Lifestyle | Senin, 01 Oktober 2018 | 13:39 WIB

Terkini

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:48 WIB

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:44 WIB

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:43 WIB

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

×