Suara.com - Rasanya mustahil jika Anda tidak menemukan kuliner esktrem di Vietnam, misalnya daging ular. Nah, kali ini Guideku.com akan membahas tentang alasan warga Vietnam suka makan daging ular.
Yups, dari sup ulat, kadal goreng hingga serangga bakar dapat dengan mudah kita temukan di negara berpenghuni 93 juta penduduk tersebut.
BACA JUGA: Nendangnya Bakso Tetelan Pak BG yang Legendaris
Dan di antara sederet makanan ekstrem itu, masyarakat Vietnam konon paling menggemari kuliner esktrem olahan daging ular.
Di Vietnam, daging ular biasa dihidangkan bersama sup ditemani rice wine yang telah dicampur darah ular.
Bahkan di restoran-restoran Vietnam, kecuali kepala dan sisiknya, nyaris semua bagian tubuh ular dikonsumsi, tak terkecuali darah ular.
BACA JUGA: Mengapa di Kudus Banyak Olahan Kuliner Daging Kerbau?
Banyak pemuda Vietnam yang menjadi pemburu ular demi sekadar mengisi waktu luang atau bahkan jadi profesi harian.
Namun rupanya ada juga yang tidak setuju dengan kegemaran warga Vietnam mengonsumsi daging ular ini, karena diklaim dapat mengganggu ekosistem di hutan.
Iona Dungler, seorang pakar satwa liar dari Four Paws International bahkan turut mengecam proses penyembelihan daging ular yang menurutnya kerap menyakitkan dan tak manusiawi.
Mau tahu alasan warga Vietnam suka makan daging ular? Dan apa dampaknya? Anda bisa kunjungi Guideku.com >>