- Presiden Vietnam To Lam menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto atas kecelakaan kereta di Bekasi pada 27 April 2026.
- Kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur melibatkan tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo yang sangat keras.
- Tim SAR menghadapi tantangan evakuasi sulit karena lokomotif kereta jarak jauh menembus bagian dalam gerbong KRL yang menjadi lokasi korban.
Suara.com - Pemerintah Vietnam menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kereta maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 27 April 2026.
Ucapan duka itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam sekaligus Presiden Vietnam, To Lam, kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Dilansir dari Tuoi Tre, Rabu (29/4), pemerintah Vietnam menyampaikan duka mendalam untuk para korban kecelakaan KRL di Kota Bekasi.
"Pemerintah Hanoi pun menyatakan solidaritas kepada Indonesia atas musibah tersebut," tulis laporan media Vietnam tersebut.
Sebelumnya, salah satu media internasional, Aljazeera, seperti dikutip Selasa (28/4) menuliskan kecelakaan KRL ini menambah daftar panjang kecelakaan besar yang pernah terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Kecelakaan kereta api bukanlah hal yang jarang terjadi di jaringan kereta api Indonesia," tulis Aljazeera.
Dalam laporannya, Aljazeera juga mengangkat sejumlah kecelakaan kereta api yang terjadi di Indonesia, seperti kecelakaan kereta api pada 2010 di Jawa Tengah.
"Pada tahun 2010, sebuah kereta api dari Jakarta menabrak bagian belakang kereta api lain yang sedang berhenti di sebuah stasiun di provinsi Jawa Tengah, menewaskan 36 orang, dan pada tahun 2015, sebuah kereta penumpang menabrak sebuah minibus di perlintasan tanpa penjagaan di Jawa Barat, menewaskan 18 orang,"
Sementara itu, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkap tantangan besar yang dihadapi tim SAR dalam proses evakuasi korban tabrakan antara KRL commuter line dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Menurutnya, kerasnya benturan dua kereta membuat kondisi di lokasi sangat kompleks. Terlebih, bagian lokomotif kereta jarak jauh sampai menembus masuk ke dalam gerbong KRL yang menjadi titik utama ditemukannya korban.
“Kejadian ini merupakan kejadian yang luar biasa, karena memang kita tahu bahwa dua kereta berbenturan. Dari situ kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong Commuter,” ujar Syafii dalam konferensi pers di stasiun Bekasi Timur.