7 Influencer Susuri Budaya Dayak Kapuas Hulu

Fabiola Febrinastri

Minggu, 18 November 2018 | 15:00 WIB
7 Influencer Susuri Budaya Dayak Kapuas Hulu
Kekayaan budaya Suku Dayak di sekitar Kapuas Hulu, Kalbar. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Kebesaran budaya Suku Dayak sudah tak terbantahkan. Sebagai suku terbesar di Pulau Kalimantan, keberadaannya mampu memberikan warna yang luar biasa.

Kebesaran Dayak tercermin dalam program Susur Nusantara Dayak Kalimantan Barat (Kalbar), 11-15 November lalu. Sebanyak 7 influencer media sosial dibuat terpukau kekayaan budaya Suku Dayak di sekitar Kapuas Hulu, Kalbar.

Dalam Susur Nusantara, yang berhasil ditemui adalah Suku Kayaan di Datah Diaan, Suku Dayak Tamambalo Apalin di Banua Tengah hilir, Suku Iban di Kedungkang, hingga Suku Dayak Iban di Sungai Utik.

"Asyik, keren. Ini di luar ekspetasi. Budayanya luar biasa. Dengan sambutan hangat di setiap suku yang kami singgahi, sepertinya kurang waktu yang ada untuk menjelajahi eksotisme Suku Dayak di Kapuas Hulu," ujar Pipit Damayanti, seorang food blogger asal Yogyakarta, yang mengikuti program tersebut.

Ucapan Pipit memang tak terbantahkan. Keramahan dan senyuman selalu menyertai tim Susur Nusantara ketika berkunjung ke setiap suku. Beragam suguhan kuliner selalu menyertai disetiap kesempatan. Suguhan ini menjadi menu wajib bagi para tamu yang datang.

Menunya sudah pasti nikmat. Seluruh kuliner yang disediakan merupakan hasil ladang dan alam sekitar. Ada sayur pakis, sayur labu, sayur daun ubi, ikan asin, telur, ikan sungai serta sambal.

"Suguhan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya mereka dan pantang bagi kita menolaknya. Hal ini juga merupakan budaya mereka untuk memuliakan para tamu. Masakannya sederhana, namun nikmat, karena semua bahannya fresh dari alam," ungkap pemilik akun Instagram @kulinerjogja tersebut.

 Kekayaan budaya Suku Dayak di sekitar Kapuas Hulu, Kalbar. (Dok: Kemenpar)
Kekayaan budaya Suku Dayak di sekitar Kapuas Hulu, Kalbar. (Dok: Kemenpar)

Eksotisme Tanah Borneo semakin lengkap dengan hadirnya budaya tato Suku Dayak yang mendunia. Bukan sekedar seni menggambar tubuh, tato Dayak merupakan representasi dari nilai-nilai kehidupan, kkaya makna. Semua bernuansa alam yang merupakan nilai terpenting kehidupan mereka.

"Bagi masyarakat Dayak, alam adalah ibu. Alamlah yang memberikan kehidupan. Maka dari itu semua direpresentasikan didalam seni mereka. Cara mereka hidup yang menjaga alam juga menjadi sebuah keunikan tersendiri dan itu juga sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang juga menjadi fokus Kemenpar," terang Pipit.

baca juga

Nilai-nilai itu juga tersaji kuat di Rumah Betang. Rumah tradisional Suku Dayak ini memberikan aura yang membuat betah setiap tamu yang datang. Beragam ukiran serta patung khas Dayak di rumah ini begitu kaya untuk ditelusuri.

Soal fasilitas tak perlu diragukan. Sejak tahun lalu Rumah Betang telah memilik kamar-kamar khusus yang difungsikan sebagai homestay. Kamarnya nyaman, toiletnya bersih, listrik pun tersedia. Hal ini dilakukan dengan semakin maraknya wisatawan yang datang dan menginap di Rumah Betang.

"Menginap di Rumah Betang sensasinya berbeda. Kita diajak merasakan bagaimana menjadi masyarakat Dayak. Mandi di sungai, ikut ke ladang, ikut memasak, dan itu memberikan pengalaman yang mengasikkan. Dan semunya terbungkus manis indahnya alam Borneo," ujar Pipit.

Di tempat terpisah, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Hariyanto mengatakan, famtrip ini dilakukan untuk mengangkat serta memetakan potensi destinasi lain di Indonesia. Hal ini sangat strategis mengingat banyaknya potensi destinasi yang belum terekspose secara menyeluruh.

"Pemetaan berbagai potensi ini dilakukan untuk menghadirkan berbagai potensi tersembunyi dari pariwisata Indonesia. Strateginya menggunakan influencer media sosial, sehingga destinasi-destinasi ini makin berkibar lagi," ujarnya, yang diamini oleh Kepala Bidang Komunikasi Media Digital, Deputi Strategis dan komunikasi Pemasaran I, Titus Haridjati.

Hingga saat ini, program Susur Nusantara telah dilaksanakan di berbagi destinasi di Indonesia, seperti  Nias, Natuna, Wakatobi, Toraja, Dayak Kalbar, Luwuk, Sombori dan nantinya berakhir di Sentani Papua

"Target kita membidik pangsa pasar lebih luas. Selain wisatawan manca negara, kita juga membidik wisatawan Nusantara, khususnya kaum milenial. Seluruh materi yang ada, kita sajikan lengkap di media sosial para influencer dan di Instagram @pesonaid_travel dengan hastag #SusurNusantara," timpal Titus..

Program ini pun mendapat apresiasi positif Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Eksplorasi untuk mengangkat potensi tersembunyi pariwisata Indonesia, sehingga nantinya dapat memberikan pilihan destinasi lebih luas lagi bagi para wisatawan.

"Indonesia itu bukan cuma Bali. Indonesia bukan cuma Jogja. Kekuatan alamnya sudah tak terbantahkan. Kekuatan budayanya menjadi sebuah nilai tersendiri yang mengundang wisatawan datang, contohnya kekayaan budaya Suku Dayak di Kapuas Hulu ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan

Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:09 WIB

Tato Bukan Lagi Penghalang, Mengapa TNI Kini 'Buka Pintu' Lebar untuk Suku Dayak?

Tato Bukan Lagi Penghalang, Mengapa TNI Kini 'Buka Pintu' Lebar untuk Suku Dayak?

News | Kamis, 03 September 2026 | 18:49 WIB

Belajar Menjaga Hutan dari Cara Masyarakat Dayak Iban Mengelola Api

Belajar Menjaga Hutan dari Cara Masyarakat Dayak Iban Mengelola Api

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Prabowo Minta Peluang Suku Dayak Jadi Prajurit TNI Dibuka Lebar, Menhan Siapkan Privilese

Prabowo Minta Peluang Suku Dayak Jadi Prajurit TNI Dibuka Lebar, Menhan Siapkan Privilese

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?

Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 16:09 WIB

Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan

Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 17:39 WIB

Kasus Deforestasi PT Mayawana, Kepala Adat Dayak Penjaga Hutan di Kalbar Dijadikan Tersangka

Kasus Deforestasi PT Mayawana, Kepala Adat Dayak Penjaga Hutan di Kalbar Dijadikan Tersangka

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 22:23 WIB

Rizky Kabah, TikToker yang Dilaporkan Hina Suku Dayak?

Rizky Kabah, TikToker yang Dilaporkan Hina Suku Dayak?

Your Say | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:28 WIB

"Hot News Will Begin Darling", Status IG Terakhir Rizky Kabah Sebelum Ditangkap Polisi

"Hot News Will Begin Darling", Status IG Terakhir Rizky Kabah Sebelum Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 15:24 WIB

Rizky Kabah Tak Berkutik di Kamar Kos, Detik-detik Penangkapan TikTokers Penghina Suku Dayak!

Rizky Kabah Tak Berkutik di Kamar Kos, Detik-detik Penangkapan TikTokers Penghina Suku Dayak!

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:32 WIB

Terkini

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:42 WIB

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 09:25 WIB

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 09:15 WIB

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:02 WIB

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 09:00 WIB

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

×