Soto Didorong Jadi Kuliner Nasional Indonesia

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 24 November 2018 | 12:17 WIB
Soto Didorong Jadi Kuliner Nasional Indonesia
Soto betawi [resepkoki.id]

Suara.com - Wisata kuliner menjadi salah satu produk andalan pariwisata dalam mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019 mendatang. Dalam upaya mempopulerkan kuliner Indonesia di kancah dunia, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan 100 restoran Indonesia milik diaspora dari mancanegara yang menjadi mitra co-branding Wonderful Indonesia.

Kegiatan Wonderful Indonesia Gastronomi Forum 2018 diselenggarakan dengan semangat untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada restoran Indonesia di mancanegara yang telah membantu pemerintah untuk mempopulerkan kuliner Indonesia di kancah dunia.

"Kemenpar mendukung mitra co-branding restoran diaspora Indonesia di mancanegara agar tumbuh dan berkembang di tengah persaingan ketat dengan negara tetangga," kata Menpar Arief Yahya dalam Wonderful Indonesia Gastronomi Forum 2018 belum lama ini.

Menurut Menpar Arief Yahya, Indonesia harus mengejar kemajuan kuliner Thailand yang sudah mendunia melalui kuliner nasional khasnya yakni Tom Yum yang sudah dipopulerkan lebih dari 16.000 restoran diaspora yang tersebar di seluruh dunia.

"Tumbuh pesatnya restoran Thailand ini tidak lepas dari peran pemerintah yang memberikan soft loan sekitar Rp 1,5 miliar per restoran. Kita tidak bisa mengikuti cara Thailand ini karena keterbatasan anggaran. Sebagai solusinya, kita menggandeng 100 restoran diaspora Indonesia untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia," tambah dia.

Selain melakukan co-branding 100 restoran Indonesia, hal lain yang menjadi perhatian Kemenpar adalah menetapkan kuliner nasional yaitu rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado untuk memudahkan Kemenpar mengedukasi dan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia. Namun Menpar Arief mengatakan bahwa soto diandalkan menjadi kuliner utama khas Indonesia.

"Malaysia saja memilikinya nasi lemak, Thailand punya Tom Yum. Jepang punya sushi. Indonesia banyak. Nah, problemnya ini karena banyak. Akhirnya kita diperintahkan oleh Pak Presiden untuk menetapkan kuliner nasional dan dari hasil diskusi ditentukan national food kita adalah soto," tambah Arif.

Keistimewaan yang dapat dinikmati para mitra co-branding restoran Indonesia diaspora ini adalah mereka dapat menggunakan kekuatan brand Wonderful Indonesia untuk meningkatkan nilai merek restoran.

Sebagai timbal balik, para mitra harus mempromosikan 10 destinasi prioritas Indonesia melalui berbagai materi branding yang telah disediakan oleh Kemenpar, juga menggaungkan lima masakan nasional Indonesia yang akan memancing keinginan masyarakat dunia untuk datang ke Indonesia.

baca juga

"Ada berbagai persyaratan untuk memilih 100 restoran ini. Mereka harus menjual dua dari lima kuliner nasional ini. Kenapa soto, karena pasarnya jauh lebih besar dibandingkan rendang. Tapi kalau dari originalitas, rendang nggak kalah," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, Vita Datau Messakh, mengatakan kerjasama co-branding ini dilakukan dengan lebih dari 100 restoran Indonesia milik diaspora di Eropa, Amerika, Australia, Middle East, ASEAN, China, dan Asia Timur.

Restoran ini dipilih menggunakan kriteria antara lain berlokasi di kota utama dunia dengan lokasi mudah dijangkau serta sudah berdiri lebih dari tiga tahun kecuali restoran yang memiliki konsep outstanding dan sangat representatif bagi kuliner Indonesia; memiliki minimal 2 dari 5 masakan nasional yang dipopulerkan oleh Kemenpar; pemiliknya bersedia menjadi outlet channel mitra promosi Wonderful Indonesia; mempunyai review bagus dengan rating minimal 3,5 dari website traveller and foods popular seperti Google, TripAdvisor, Yelp, dan Zomato.

"Setelah terpilih, mereka mendapatkan recognition sebagai official co-branding partner Wonderful Indonesia yang dinyatakan dalam sertifikat apresiasi dan ditandatangani langsung oleh Menpar Arief Yahya," tandas Vita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Incorporated, Menlu Panggil Menpar 'Wonderful Yahya'

Indonesia Incorporated, Menlu Panggil Menpar 'Wonderful Yahya'

Bisnis | Sabtu, 24 November 2018 | 12:00 WIB

Ini 5 Destinasi Wisata Kuliner Unggulan di Indonesia

Ini 5 Destinasi Wisata Kuliner Unggulan di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 22 November 2018 | 07:53 WIB

Kenalkan Kuliner Indonesia, Kemenpar Gandeng 100 Resto Diaspora

Kenalkan Kuliner Indonesia, Kemenpar Gandeng 100 Resto Diaspora

Lifestyle | Rabu, 21 November 2018 | 09:00 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×