Ini Tanda-Tanda Anda Kecanduan Bermain PUBG

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 04 April 2019 | 09:46 WIB
Ini Tanda-Tanda Anda Kecanduan Bermain PUBG
Game PUBG sedang dimainkan di sebuah ponsel pintar. [Shutterstock]

Suara.com - Game online dengan konten kekerasan PUBG menuai kontra di Indonesia. Bahkan, berbagai pihak termasuk MUI sedang menggodok fatwa atas permainan yang memicu kecanduan ini.

Ya, tak cuma orang dewasa, PUBG alias Player Unknown's Battle Ground juga dimainkan anak-anak. Bahkan tak sedikit turnamen yang diselenggarakan bagi para maniak PUBG.

Sebenarnya, sang kreator game ini tengah memperkenalkan fitur baru di game, di mana pengguna yang telah bermain selama enam jam akan mendapat pemberitahuan untuk berhenti bermain game. Akses game bisa dicoba kembali 24 jam kemudian.

Namun bagi mereka yang sudah cenderung kecanduan, fitur seperti ini amat menakuti mereka. Ya, jika sudah kecanduan, orang cenderung akan bermain game tersebut dalam waktu tak terbatas. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas hidup lainnya sehingga beberapa negara pun sudah angkat suara untuk melarang permainan ini.

Dilansir dari laman TimesofIndia, ada beberapa kriteria yang menunjukkan bahwa seseorang telah kecanduan game online. Ini dia di antaranya:

1. Terjebak dalam posisi yang sama dalam waktu lama
2. Merasa lebih nyaman di dunia virtual ketimbang dunia nyata
3. Menghabiskan uang untuk bermain game dan memenuhi kebutuhannya
4. Menjadi kesal ketika tidak bisa memainkan permainan, bahkan sering merujuk pada tanda-tanda depresi
5. Berbohong tentang seberapa sering Anda bermain game.
6. Terus memikirkan permainan saat jauh dari layar ponsel.

Jika Anda memiliki satu atau lebih dari kriteria di atas, maka Anda sudah termasuk kecanduan. Beberapa orang bisa ketagihan selama 8-10 jam dan tidak kecanduan, sementara untuk beberapa orang, bahkan bermain selama satu jam dapat memiliki efek buruk.

Nah, umumnya, durasi waktu yang dianggap cukup aman untuk bermain game adalah 1-2 jam setiap hari. Selama kebiasaan bermain game tidak mengganggu waktu tidur dan rutinitas lainnya, maka itu tergolong aman untuk Anda.

Ada perbedaan antara kehidupan virtual dan dunia nyata. Bagi pecandu, mungkin sulit memisahkan keduanya. Penting bagi Anda untuk tidak membiarkan kebiasaan bermain game mengganggu kehidupan pribadi.

baca juga

Plus, di dunia game seperti PUBG, banyak hal bisa menjadi kompetitif dan tidak sehat sehingga membuatnya lebih berbahaya daripada kecanduan lainnya. Pasalnya, hal ini dapat memengaruhi keterampilan Anda dalam mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya PUBG 2, Ini Jawaban Sang Kreator

Ditanya PUBG 2, Ini Jawaban Sang Kreator

Tekno | Rabu, 03 April 2019 | 13:55 WIB

Agar Tak Kembali Defisit, BI Minta Milenial Buat Games Kalahkan PUBG

Agar Tak Kembali Defisit, BI Minta Milenial Buat Games Kalahkan PUBG

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 17:59 WIB

Ini Alasan India Larang PUBG

Ini Alasan India Larang PUBG

Tekno | Jum'at, 29 Maret 2019 | 15:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×