Bertaruh Nyawa Demi Hitler, Kisah Menyedihkan Taster Makanan Sang Fuhrer

Angga Roni Priambodo, Aditya Prasanda

Jum'at, 20 September 2019 | 11:36 WIB
Bertaruh Nyawa Demi Hitler, Kisah Menyedihkan Taster Makanan Sang Fuhrer
Kanselir Jerman, Adolf Hitler dan kekasihnya Eva Braun sedang bersantap bersama di Berchtesgaden, Bavaria sekitar tahun 1937 - 1943. [Shutterstock]

Suara.com - Di medan perang yang serba telisik dan rahasia, selalu ada kemungkinan racun dalam setiap makanan para petinggi negara. Tak terkecuali Adolf Hitler, sosok paling andil dalam Perang Dunia yang begitu dibenci sekaligus dipuja pengikutnya.

Dan di antara sederet percobaan rencana pembunuhan Hitler di meja makan, belasan wanita mempertaruhkan nyawa setiap harinya. Mereka para pencicip makanan Sang Fuhrer, yang selalu lebih dekat dengan maut seperti halnya para serdadu di medan perang.

Margot Wolk (96) salah satu pencicip makanan Hitler merupakan salah satu yang paling beruntung, ia selamat dari sekian percobaan rencana pembunuhan Sang Fuhrer.

Lantas, setelah sekian purnama bungkam dan menutup jati dirinya, sang taster makanan terakhir angkat suara. Pada berbagai media, Margot menceritakan pengalaman pahitnya.

''Saya belum pernah bertemu langsung dengan Hitler namun setiap hari saya harus bertaruh nyawa untuknya,'' ujar Margot seperti dikutip Suara.com dari Telegraph.

(Instagram Nicks Squire)
(Instagram Nicks Squire)

Menjadi pencicip makanan bagi penguasa Jerman itu sebenarnya bukanlah pilihan hidup yang diinginkan Margot.

Saat itu tahun 1941, Margot yang bukan seorang Nazi, terpaksa meninggalkan kehidupannya di Berlin. Apartemen tempat ia dan suaminya, Karl diledakkan pasukan SS.

Keduanya lantas melarikan diri menuju kota asal ibu mertuanya di Parcz, Polandia. Namun nahas, kawasan yang disulap jadi pangkalan militer Hitler ini tak lebih baik dari Berlin.

Margot dan suaminya ditangkap. Mereka dipisahkan.

baca juga

Margot bersama wanita muda lainnya dibawa ke markas Hitler dengan paksa dan dijaga ketat di Prusia selama Perang Dunia II. 

Saat itu usianya masih 24 tahun. Ia didaftarkan sebagai pencicip makanan Hitler. Tugasnya, memastikan tidak ada racun di dalam makanan yang hendak disantap Sang Fuhrer.

''Tak pernah daging, karena Hitler adalah seorang vegetarian,'' ungkap Margot pada Spiegel Online.

Lima belas wanita yang menjadi pencicip makanan Hitler tersebut kerap menangis saat menyantap makanan-makanan hambar yang terdiri dari nasi, pasta, kacang polong, hingga kembang kol. Setiap hari, wanita-wanita itu selalu dirundung cemas, takut suapan pertama mereka sekaligus menjadi suapan terakhir kalinya.

''Beberapa dari kami begitu ketakutan hingga meneteskan air mata saat menyantap makanan itu,'' ungkap Margot pada RBB Berlin.

''Kami harus menyantap semuanya. Lantas menanti hingga satu jam. Setiap jam, kami dirundung kepanikan, begitu khawatir keracunan. Lantas jika kami selamat, kami akan menangis terharu sejadi-jadinya seperti anak anjing,'' lanjut Margot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Kualitas Air, Rahasia di Balik Konsistensi Rasa Makanan dan Minuman

Kualitas Air, Rahasia di Balik Konsistensi Rasa Makanan dan Minuman

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB

Today History 28 Juli, dari Daendels Hingga Letusan Perang Dunia I

Today History 28 Juli, dari Daendels Hingga Letusan Perang Dunia I

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:51 WIB

The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II

The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 18:35 WIB

PASplus, Program Kolaborasi untuk Beri Nilai Tambah bagi Penumpang

PASplus, Program Kolaborasi untuk Beri Nilai Tambah bagi Penumpang

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:05 WIB

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

Terkini

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:12 WIB

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×